BNN: Legalisasi Ganja Konyol

Kepolisian membakar barang bukti ganja
Kepolisian membakar barang bukti ganja
Sumber :
  • ANTARA

VIVAnews - Gerakan massa dari Lingkar Ganja Nusantara memperjuangan legalisasi ganja mendapat kecaman keras bagi sebagaian besar masyarakat, termasuk Badan Narkotika Nasional (BNN).

Legalitas ganja dipertanyakan BNN. BNN menilai, jika memang ada kelompok yang ingin menguji ganja sebagai bahan penelitian, silakan saja. Tetapi tidak perlu sampai dilegalkan.

"Kalau ganja untuk rekreasi, itu konyol sekal. Dan bicara tentang legalisasi nasional, yah di sini saja menelitinya karena sudah ada barangnya," kata Direktur Narkotika Alami BNN, Benny Mamoto di Jakarta, Jumat 13 Mei 2011.

Benny menjelaskan, BNN sudah melakukan pertemuan dengan kelompok massa tersebut, untuk menanyakan tujuan gerakan yang membuat resah masyarakat itu.

Namun hasil pertemuan tidak memuaskan Benny. Sebab dari jawaban mereka disebutkan ganja bisa dilegalkan untuk rekreasi.

"Kalau mau meniru Belanda, negara itu pun sudah bermasalah karena sudah melegalkan ganja. Sebab efek dari pemakaian itu sudah ada yang merampok dan sebagainya," ujarnya.

Akhir pekan lalu sekelompok massa yang menamakan diri Lingkar Ganja Nusantara menggelar pawai menuntut legalisasi ganja. Aksi ini diadakan untuk memperingati Global Marijuana March yang jatuh awal Mei. Global Marijuana March juga diperingati di 255 kota di seluruh dunia. "

Juru bicara Lingkar Ganja Nasional, Dhira Narayana mengatakan, ganja tidaklah berbahaya sebagaimana anggapan masyarakat selama ini. Ganja juga memiliki sejumlah manfaat yang selama ini belum diketahui  masyarakat luas. Menurutnya, ganja sama halnya dengan kopi. "Ganja tidak berbahaya seperti kopi, jika minum kopi tiga gelas sehari juga teler," kata dia.

Menurut dia, Lingkar Ganja Nusantara juga telah melakukan berbagai penelitian terhadap efek ganja bagi manusia. Hasil penelitian itu, menunjukkan ganja tak berbahaya. (umi)