KNKT Kirim Petugas Andal untuk Ambil Bukti

VIVAnews - Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) belum bisa menentukan penyebab kecelakaan helikopter di Lapangan Udara Pondok Cabe, Tangerang, Banten. Namun, KNKT sudah mengirimkan petugas untuk mengambil barang bukti ke lokasi.

"Kami sudah mengirim Kapten Toos Saniso seorang pilot senior helikopter dan Sulaiman, teknisi pesawat andal untuk mengambil barang bukti ke lokasi," kata Sekretaris KNKT, Saptandri Widiyanto kepada VIVAnews, Kamis 29 Januari 2009.

Barang bukti yang diambil, kata Santandri, berupa foto-foto, pemetaan gambar, dan mengevaluasi hal-hal penting. "Kita tak bisa buru-buru.  Harus hati-hati melakukan penyelidikan karena ditentukan dari berbagai aspek," kata dia.

Saptandi menambahkan, KNKT sedang mengupayakan wawancara dengan pilot helikopter saat kejadian naas tersebut, Rahman Adi.

Helikopter Super Puma milik Pelita Air Services mengalami kecelakaan pada pukul 09.45 WIB, Kamis, 29 Januari 2009 persis di depan hanggar.

Dua teknisi, Sri Setiabudi (44) dan Ahmad Suparja (54), tewas dalam kondisi mengenaskan. Tubuh Ahmad Suparja terpotong di beberapa bagian. Sedangkan, tubuh Sri Setiabudi terbelah di bagian dada, dan tangan kiri. Keduanya tewas akibat terkena baling-baling helikopter.