Demo Papua di DKI Bawa Atribut Bintang Kejora

Aksi Demo Warga Papua
Aksi Demo Warga Papua
Sumber :
  • VIVAnews/Fernando Randy

VIVAnews -- Sekitar 80 orang yang mengatasnamakan "Masyarakat dan Mahasiswa Papua se Jakarta-Bali" menggelar aksi menuntut kepada PBB (UNTEA), Amerika Serikat, Belanda dan Indonesia untuk segera mengakui kemerdekaan Papua Barat pada tanggal 1 Desember.

Dalam orasinya, massa meminta untuk segera dilakukan pengusutan atas penembakan dan pembunuhan yang di lakukan secara misterius di bumi Papua. "Kami juga menginginkan bebas dari kekerasan militer di tanah Papua," ujar salah satu orator di Jakarta 1 Desember 2011.

Dalam aksinya tersebut,  sebagian massa menggunakan koteka. Meski tak ada pengibaran "bintang kejora", sebagian pendemo mengecat tubuhnya -- mirip bendera OPM itu.

Massa juga membentangkan Spanduk yang bertuliskan "Solidaritas Rakyat Papua antimiliterisme", dan "Hentikan kekerasan militer di Papua". Bintang kejora -- bendera OPM juga tercetak dalam spanduk.

Usai melakukan orasi di depan Bundaran HI, kemudian massa melakukan long march menuju Istana Presiden.

Namun, menurut Kapospol Bundaran HI, AKP M. Nababan. WTP, sebelum massa tiba di Istana mereka telah membubarkan diri. " Informasinya massa telah membubarkan diri, sebanyak 20 polisi kami kerahkan untuk mengawal, namun belum sampai di istana, massa telah membubarkan diri," ujar Nababan.

Pada 1 Desember 1961, lima puluh tahun lalu, Papua yang kala itu bernama West Nieuw Guinea - mendeklarasikan kemerdekaan.

Pada 1 Mei 1963, terjadi proses integrasi Irian Barat terintegrasi ke Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui cara yang sah di mata dunia internasional.

Sesuai persetujuan New York, hak menentukan nasib sendiri penduduk Irian Barat telah dilaksanakan melalui Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) yang berlangsung dari tanggal 14 Juli hingga 12 Agustus 1969.

Hasil Pepera menyatakan penduduk Irian Barat tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari NKRI yang dikukuhkan Majelis Umun PBB ke-24 melalui Resolusi 2504 tanggal 19 November 1969. (eh)