Razia Narkoba, Lita Merasa Dijebak Polisi

Apel Operasi Lilin Jaya 2010
Apel Operasi Lilin Jaya 2010
Sumber :
  • ANTARA/Fanny Octavianus

VIVAnews - Seorang warga merasa dijebak oleh sejumlah polisi karena dituding memiliki narkoba. Lita Stephanie, warga Tebet, Jakarta Selatan, menceritakan peristiwa itu saat dia dan rekannya, Yasmin, baru pulang dari Kemang, sekitar pukul 01.30 WIB, Selasa dini hari. Kijang Innova yang dikendarai Stephanie diberhentikan oleh sejumlah petugas polisi saat melintas di kawasan Bangka arah Tendean.

"Saya dan teman diminta untuk membuka pintu mobil dan turun dari kendaraan," kata Lita kepada VIVAnews, Selasa 19 Juni 2012. Beberapa petugas langsung membuka pintu belakang. Tiba-tiba salah satu petugas dari sekitar sepuluh aparat itu berteriak mengaku menemukan obat-obatan yang dikatakan sebagai narkoba.

Polisi berseragam itu meminta agar bagasi kendaraan dibuka. Di sana, ada kotak P3K, sejumlah obat pusing dan obat alergi. Polisi juga menuding obat itu sebagai narkoba.

Lita bersikukuh empat butir obat itu bukan miliknya. Mereka pun berdebat. "Saya bukan pemakai, apalagi pengedar," ucapnya. Mereka berdua meminta agar dilakukan cek darah dan urine. Juga mengecek jenis obat dimaksud ke apotek yang kebetulan lokasinya tidak jauh.

Tapi polisi itu tidak mau, dan tetap ngotot. "Saya merasa diintimidasi," ujar dia. "Justru berada di tengah-tengah banyak polisi saya merasa tidak aman," kata dia lagi. Akhirnya, Lita menelepon adiknya. Petugas sempat melarang, namun Lita tetap ngotot.

Adiknya berbicara baik-baik kepada petugas dan meyakinkan kakak dan temannya bukan pemakai. Perdebatan itu berakhir saat adik Lita menyebut kenalannya seorang perwira tinggi di Polda Metro Jaya. Setelah menyebut nama perwira tinggi itu, sikap polisi-polisi itu berubah drastis.

Mereka juga menyebut obat-obatan yang disita itu sebagai obat alergi. Lita diperbolehkan pulang. Namun polisi itu lupa membawa 4 butir obat yang disebutnya narkoba. Padahal, obat-obatan itu bukan milik Lita. Dan setelah dicek, ternyata benar itu adalah obat alergi, bukan narkoba.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto, mempersilakan Lita untuk melaporkan kejadian itu. Dia meminta masalah ini diselesaikan dengan cara yang baik. "Kalau merasa seperti itu silakan lapor ke Propam Polda," kata Rikwanto.