Ahok Minta PT Pembangunan Jaya Ikut Atasi Sampah

Tumpukan Sampah
Sumber :
  • VIVAnews/Anhar Rizki Affandi
VIVAnews
- Jumlah sampah di DKI Jakarta terus bertambah setiap waktu. Tempat pembuangan sampah akhir yang ada semakin terbatas kapasitasnya. Menurut Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki T Purnama, Jakarta mengalami masalah besar bila tidak segera ditangani.


"Minimal kita butuh enam
incinerator
pengolahan sampah baru dengan kapasitas masing-masing sebesar 1.000 ton per hari. Ini minimal untuk jangka menengah," kata Ahok, sapaan Basuki di Balai Kota, Jakarta, Rabu 26 Juni 2013.

Salip Balik John LBF, Juragan 99 Langsung Tawar Vespa Babe Cabita dengan Harga Mengejutkan

Ahok menjelaskan saat ini kapasitas pengelolaan sampah Bantar Gebang sudah mulai kesulitan menampung. Ruangnya semakin sempit, sedangkan jumlah sampah akan terus bertambah.
Habiburokhman: Jangan Ada Pihak yang Memecah Relawan dengan TKN Prabowo-Gibran


Bank Mandiri Himbau Nasabah untuk Hati-Hati pada Modus Penipuan Berkedok Undian Berhadiah
"Yang kami kirim tiap hari ke sana sampai 6.500 ton per hari. Pola manajemen sampah yang ada di sana belum bisa mengimbangi. Makanya pola lama pakai sistem kubur sampah sudah tidak efektif karena butuh lahan luas," katanya.

Mantan Bupati Belitung Timur ini memperkirakan sebenarnya ada sekitar 8.000 ton sampah setiap harinya di DKI. Keterbatasan kapasitas membuat sisanya belum tertangani.


"Kalau ada
incinerator
kami bisa tangani semua. Sampah langsung bisa dibakar dan tidak butuh lahan terlalu besar," katanya.


Untuk pembangunan ini Pemprov telah memerintahkan PT Pembangunan Jaya melakukan penghitungan. Dalam pembangunan ini Pemprov DKI kembali berharap bantuan Corporate Social Responsibility (CSR) dari berbagai perusahaan.


Selain itu Pemprov DKI akan melakukan peremajaan kendaraan pengangkut sampah. Ahok sebelumnya pernah mengatakan 600 truk sampah DKI kondisinya sudah uzur, karena truk pengangkut ini berumur 20 tahun lebih, sehingga kurang maksimal. (aba)

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya