Dua Hari Diterjang Banjir Ahok Salahkan Warga Bantaran Waduk

Ilustrasi mobil terendam banjir
Ilustrasi mobil terendam banjir
Sumber :
  • VIVAnews/Rohimat

VIVAnews - Sudah dua hari ini hujan dan angin melanda Jakarta. Hujan deras telah menimbulkan genangan serta pohon tumbang di sejumlah wilayah Ibu Kota.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, mengaku kesal pekerjaan normalisasi waduk dan sungai belum maksimal memasuki musim hujan karena warga bantaran waduk dan sungai menolak direlokasi.

"Normalisasi belum selesai. Saya contohkan normalisasi Waduk Pluit itu baru 20 persen. Karena sisi kanan masih dipenuhi rumah liar. Kami minta pengertian warga buat pindah," kata Ahok, sapaan Basuki di Balai Kota Jakarta, Rabu 30 September 2013.

Ahok mengatakan pengendalian banjir sulit dilakukan tanpa memindahkan warga. "Mindahin sisi barat, saya sudah berantem setengah mati. Sudah dibilang melanggar HAM segala. Kalau banjir kami juga dibilang tidak kerja," ucapnya.

Mantan Bupati Belitung Timur ini minta kesadaran semua warga teruatam yang tinggal di bantaran waduk dan sungai. "Kami minta pengertian buat pindah. Kami siapkan tempat kok di rusun yang lebih baik dari pada di bantaran waduk dan sungai. Kalau tidak pindah kerjaan tidak selesai-selesai buat nangani banjir," ujar dia.

Menurutnya warga bantaran juga yang menyulitkan skenario pemompaan air di Waduk Pluit kemarin sore. "Kami kemarin mau maksa pemompaan air. Setelah dihitung ulang kami tidak berani. Kalau dipaksain 1.400 rumah akan terendam. Kami tak jadi pompa," katanya.

Sebagai antisipasi, Pemprov DKI menambah alat berat di waduk dan sungai. Penambahan alat ini untuk menjaga kedalaman waduk dan juga agar sungai tidak terhambat dari tumpukan sampah.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, DKI Jakarta Manggas Rudy Siahaan, mengaku telah menyiapkan alat tambahan dan melakukan percepatan pompa air di sekitar Jakarta untuk menahan laju air.

"Eskavator sudah disiapkan sebanyak 90 unit dan menyiapkan satgas di 42 kecamatan. Semua sedang bekerja. Mengenai pompa air masih ada 70 unit yang dalam perbaikan dari 400-an yang ada di seluruh Jakarta. Kami kerja terus meski banyak hambatan," ujar dia.