Jumlah Korban Meninggal 100 Jiwa

VIVAnews - Korban meninggal akibat jebolnya tanggul Situ Gintung, Tangerang, kini menjadi 100 jiwa. Penambahan jumlah korban tersebut setelah ditemukannya satu jenazah lagi hari ini.

"Hingga pukul 19.00 WIB, korban meninggal mencapai 100 orang," kata Koordinator Posko Utama Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), Rahmat Salam, di Tangerang, Rabu 1 April 2009.

Menurut dia, jenazah yang ditemukan tim gabungan hari ini bernama Burhanuddin (45), warga RT4/RW8.

Sementara itu, jumlah warga yang hilang versi masyarakat mencapai 90 orang, meski pihak kelurahan hanya menyebut 14 orang.

Pengungsi anak-anak sekolah tercatat 171 orang, terdiri atas Taman Kanak-Kanak (10), Sekolah Dasar (71), Sekolah Menengah Pertama (52), dan Sekolah Menengah Umum/Sekolah Menengah Kejuruan (29).

"Yang bersekolah di Muhammadiyah maupun tidak, akan dibebaskan dari uang SPP (sumbangan penyelenggaraan pendidikan) selama setahun," ujarnya. 

Kebutuhan baju, sepatu, dan buku, dia melanjutkan, juga akan ditanggung Pengurus Pusat Muhammadiyah. 

Sedangkan total warga yang mengungsi sebanyak 902 jiwa. Mereka tersebar di Fakultas Hukum UMJ (72 jiwa), Fakultas Kedokteran (71), RT3/RW2 (176), RT4/RW2 (57), RT4/RW8 (40), RT3/RW8 (188), dan  RT1/RW8 sebanyak 300 orang.

Namun, jumlah korban yang dirawat di Rumah Sakit Fatmawati tinggal dua orang, setelah 12 warga lainnya diperbolehkan pulang. Di Fakultas Kedokteran UMJ juga masih terdapat 24 warga yang menjalani rawat inap serta rawat jalan di Fakultas Hukum 36 orang.

Sebanyak 319 rumah dan 11 gedung UMJ rusak.

Meski demikian, bantuan berupa makanan, pakaian, dan obat-obatan masih mencukupi untuk 10 hari mendatang.

Rahmat juga menjelaskan, proses pemindahan pengungsi akan dilakukan bertahap. Tim akan melihat dulu kesiapan gedung. Sesuai rencana, pengungsi akan direlokasi ke Wisma Kerta Mukti mulai besok, Kamis 2 April 2009.

Hal itu dilakukan karena pada 6 April, kegiatan perkuliahan akan kembali dimulai. "Tapi, bila proses pemindahan belum selesai dan gedung masih dipakai untuk pengungsi dan obat-obatan, perkuliahan akan dilakukan di masjid," ujarnya.

Tim, Rahmat menambahkan, masih akan melanjutkan penyisiran dengan fokus di Kali Pesanggrahan. Kegiatan pengasapan (foging) dan pembersihan puing juga dilanjutkan.