Jakarta Waspadai Cuaca Ekstrem di Bogor

Ahok dan mantan KSAD Pramono Edhie
Ahok dan mantan KSAD Pramono Edhie
Sumber :
  • ANTARA/Izaac Mulyawan

VIVAnews - Mendekati puncak musim hujan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan rekayasa cuaca bersama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Upaya ini dilakukan untuk menjaga Ibu Kota agar tidak terendam banjir. Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan realisasi rencana ini masih terkendala komunikasi dengan Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan.

"Ini perlu samakan persepsi apakah Gubernur Jawa Barat juga berpikir sama. Setelah itu baru kami minta BPPT buat rekayasa cuaca," kata Ahok, sapaan Basuki, di Balai Kota Jakarta, Selasa 26 November 2013.

Ahok mengungkapkan bahwa koordinasi sangat penting karena berdasarkan laporan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika, cuaca ekstrem akan datang di Bogor dan Puncak. Namun dia mengaku tidak dapat berbuat banyak karena wilayah itu berada dalam administrasi Jawa Barat.

"Masalahnya hujan di Bogor dan Puncak, airnya masuk Jakarta. Makanya kami perlu koordinasi. Bagaimana cara rekayasa cuaca nanti," ujarnya.

Menurutnya, untuk menyelamatkan Ibu Kota tidak bisa dilakukan sendiri. Perlu koordinasi dengan pemerintah daerah lain terutama daerah penyangga seperti Depok dan wilayah Jawa Barat lain yang berbatasan dengan Jakarta.

Ia mengakui upaya ini tidak mudah, salah satunya penolakan rencana pembuatan waduk di kawasan Depok oleh Wali Kota, Nur Mahmudi Ismail.

"Ini masalahnya pengertian otonomi kepala daerah yang berbeda. Cara berpikirnya jadi terbatas. Karena sikap seperti ini kami tidak bisa apa apa. Makanya kami kordinasi dengan Gubernur Jawa Barat sama pemerintah pusat," ucap Ahok. (umi)