Siapkan Bom buat Kepala Densus 88, Polisi Bekuk YY

Anggota teroris dibekuk
Anggota teroris dibekuk
Sumber :
  • VIVAnews/Stella Maris

VIVAnews - Subdit Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya dan Detasemen Khusus 88 Polri menangkap pelaku penganiayaan polisi berinisial YY.

Kasubdit Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Adex Yudisman, mengatakan YY adalah pelaku ledakan bom di Yayasan Yatim Piatu Pondok Bidara di Jalan Nusantara RT 04 RW 013 No.63, Beji, Depok, pada Sabtu 8 September 2012 lalu. Dalam ledakan itu, tiga orang mengalami luka bakar dan satu orang yang tewas adalah ahli perakit bom.

Selama menjadi buronan, YY ternyata telah memesan sejumlah bahan untuk merakit bom, seperti metanol, gliserin, asam nitrat, sulfur, dan alumunium foil.

"Bom tersebut rencananya akan digunakan untuk mengebom Kepala dan Wakil Kepala Densus 88 Mabes Polri," kata Adex di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin 2 Desember 2013.

YY ditangkap di Klender, Jakarta Timur, pada Kamis 21 November 2013. Selama ini YY menyamarkan identitasnya dengan hidup berpindah-pindah. Dia menyamar sebagai sopir pribadi dan saat bersama majikannya itulah, YY berhasil diringkus.

Anggota Mujahidin

Lebih lanjut, Adex mengungkapkan bahwa YY adalah salah satu anggota dalam jaringan Mujahidin Wilayah Barat. Saat ditangkap, posisi YY adalah pimpinan kelompok tersebut, menggantikan Ahmad Sofyan yang sudah ditangkap lebih dulu.

"Kelompok ini ada dengan tujuan untuk membalas atau membunuh para thogut (kafir)," kata Adex.

Selain ledakan bom di Depok, polisi menduga YY terlibat dalam aksi kejahatan di tiga tempat. Adex mengatakan bahwa YY terlibat penganiayaan terhadap dua anggota Polri, Brigadir Sofyan Ansori dan Briptu Igna Dedeng di Kampung Pojok Salak RT 02/08 Desa Jonggol, Kecamatan Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

YY juga terlibat pembacokan dan penembakan di Jalan MT Haryono, Kampung Jati Desa Burangkeng, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi. Hingga saat ini, dua pelaku sudah ditangkap, satu meninggal dunia, dan tiga masih hidup. "Mereka berinisial NH, HD, ED, dan DY."

Polisi juga menyita barang bukti berupa sepucuk pistol jenis FN beserta 22 butir perluru kaliber 9 mm. Menurut Adex senjata tersebut dibeli dari AS (ketua kelompok sebelumnya), dengan harga Rp6 juta. (eh)