Wali Kota Jakarta Selatan Dipecat Ahok karena Lambat

Syamsudin Noor di Festival Setu Babakan
Syamsudin Noor di Festival Setu Babakan
Sumber :
  • VIVAnews/Anhar Rizki Affandi

VIVA.co.id - Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mendukung penuh keputusan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok untuk memecat Wali Kota Jakarta Selatan Syamsudin Noor dari jabatannya dengan dasar kinerjanya yang tidak cekatan dalam melaksanakan tugas yang diberikan.

"Syamsudin Noor itu memang baik. Tetapi dia agak lambat kerjanya," kata Djarot di Balai Kota DKI, Jakarta, Selasa 11 Agustus 2015 di Balai Kota, Jakarta Pusat.

Lamanya proses penertiban pedagang kaki lima (PKL) liar merupakan salah satu contoh dari ketidakcekatan pekerjaan yang diemban oleh Wali Kota Jakarta Selatan Syamsudin Noor.

Selain itu, proses pembebasan lahan Mass Rapid Transit (MRT) di kawasan Lebak Bulus dan Cipete hingga saat ini juga masih tidak berujung pada hasil akhir yang diharapkan.

Sehingga hal tersebut juga dianggap mengganggu pembangunan MRT yang ditargetkan rampung sebelum Asean Games digelar di Jakarta. "Termasuk penertiban PKL, juga untuk pembebasan lahan MRT. Jadi kami stafkan saja," ujarnya.

Wagub Djarot menuturkan, Ahok telah menyiapkan satu nama pengganti Syamsudin untuk menduduki kursi Wali Kota Jakarta Selatan yang direncanakan akan dilantik pekan ini. "Pelantikan minggu ini. kalau Syamsudin Noor pensiunnya masih agak lama, tiga sampai empat tahun lagi," ujarnya.

Sementara itu, Ahok mengatakan alasan dirinya melakukan pemecatan terhadap Syamsudin adalah karena dirinya dinilai tidak mampu untuk menggerakkan para lurah dalam melakukan penertiban PKL yang banyak ditemukan di wilayahnya.

"Karena beberapa kali kita minta soal lurah-lurahnya tertibin PKL, enggak dituruti," kata Ahok.

Baca juga: Kisah Mengerikan Mereka yang Hidup di Makam-makam Jakarta

Ia berpendapat, sosok Syamsudin yang terlalu baik menjadikan dirinya tidak bisa bersikap tegas kepada bawahannya, padahal Jakarta membutuhkan sosok pemimpin yang tegas terhadap bawahannya yang tidak bisa bekerja dengan baik.

"Iya, orangnya terlalu baik. Ya sudah distafkan saja. Saya sekarang juga enggak bisa menolong orang baik di Jakarta. Kalau menolong orang baik, Jakarta enggak bisa dibenahi," ujarnya.