Cara Penipu Jerat Korban Peminat Tiket Gratis Garuda
- VIVA.co.id/Bayu Yanuar Nugraha
VIVA.co.id - Marketing analis PT Garuda Indonesia, Adhi Subekti (46), ditangkap Polda Metro Jaya pada Senin 21 September 2015. Adhi ditangkap karena terbukti memalsukan dan menggelapkan tiket voucher gratis.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Krishna Murti, mengatakan tersangka memanfaatkan acara (event) yang diajukan Garuda Indonesia.
"Misalnya ada panitia suatu acara seperti kejuaraan golf mengajukan proposal kemitraan sponsor kepada Garuda Indonesia, tapi pihak Garuda tidak setuju. Nah, dia sebagai marketing berkata bisa memenuhi sponsor untuk acara tersebut, sehingga uang masuk ke tangan tersangka sendiri," kata Krishna.
Untuk proposal acara yang tidak disetujui pihak Garuda Indonesia, tetapi ternyata disetujui sendiri oleh tersangka, event tersebut mendapatkan voucher tiket gratis sebanyak enam buah dengan menampilkan lambang Garuda Indonesia.
"Hal ini didukung oleh cap Garuda, cap nama dan voucher tiket gratis yang mudah diakses tersangka. Jadi dia mudah memalsukan. Dia juga memalsukan tanda tangan," ungkap Krishna.
Dari pengakuan tersangka, dia memang dengan mudah mendapatkan semuanya karena ada di meja administrasi.
"Semuanya ada, mulai dari cap hingga voucher. Siapa saja bisa mudah mengakses, gampang banget diambilnya, makanya saya berpikiran untuk memalsukan," jelas tersangka kepada wartawan.
Dari aksinya selama enam bulan mulai September 2014 hingga Februari 2015, tersangka mendapatkan total uang sebanyak Rp60 juta. Sedangkan pihak PT Garuda Indonesia mengalami kerugian sebesar Rp 1,4 miliar karena memberangkatkan para pemegang tiket voucher gratis untuk tiga rute penerbangan.
"Akibat perbuatannya, PT Garuda Indonesia ditaksir mengalami kerugian sebesar Rp 1,4 miliar," kata Krishna.
Krishna pun menuturkan, hal ini sebagai pembelajaran dari PT Garuda Indonesia, yang lemah dalam pengawasan pemberian tiket voucher gratis.
"Kalau menurut pengakuan tersangka yang dengan mudah mengakses semuanya, harusnya ini dijadikan pembelajaran pihak Garuda agar memperbaiki pengawasan dan sistem dalam pemberian tiket voucher gratis, tersangka memanfaatkan kelemahan di dalam internal," tutur Krishna.
Dalam penangkapan tersebut, polisi menyita empat lembar voucher komplimen dari Garuda warna orange, empat lembar voucher komplimen dari Garuda warna biru, tujuh lembar tiket elektrik, tujuh lembar foto copy pasport dan dua lembar invoice pembayaran.
Penipuan terbongkar