Curhatan Pengemudi GrabBike yang Selalu Dapat Nilai Kecil

Ilustrasi ojek online.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Amal Nur Ngazis
VIVA.co.id
Grab Mengaku Makin Perkasa di Indonesia
- Banyak hal dilakukan pengemudi ojek berbasis aplikasi agar dirinya mencari simpatik pelanggan. Salah satunya adalah Teguh,
driver
Lippo Gandeng Grab Jadi Kurir Matahari Mal
GrabBike ini memiliki trik agar mendapat daya tarik pelanggan.
Penderitaan Sopir Bajaj Semenjak Ada Gojek dan GrabBike

Salah seorang pelanggan GrabBike yaitu Imam Akbar menceritakan pengalamannya saat menggunakan jasa dari Teguh. Saat dirinya diantar oleh Teguh ke kawasan Pluit dari Kemayoran, Imam seperti pelanggan biasanya diajak berbincang.

"Jadi pas mau naik dia langsung cerita
gitu
ke saya, dia bilang 'salah saya apa ya, kok suka ada orang yang
ngasih
bintang kecil saat saya antar'," ujar Imam menceritakan apa yang dikatakan oleh Teguh kepada
VIVA.co.id
, Kamis, 1 Oktober 2015.


Bintang itu adalah penilaian dari pelanggan ketika usai diantar oleh sang
driver
. Bintang tertinggi adalah bintang lima dan terendah adalah bintang satu, jika bintang lima maka pelayanan sang
driver
dianggap memuaskan dan jika bintang satu dianggap kurang baik atau buruk.


Imam melanjutkan, saat itu Teguh mengatakan dirinya sudah mengantar penumpang sampai selamat.


"Bahkan kata dia, 'padahal saya sudah telepon sampai pulsa habis tapi masih ada orang yang
ngasih
bintang 3. Apa karena motor saya kurang nyaman," ujar Imam menirukan perkataan Teguh.


Lebih lanjut, Imam mengungkapkan, saat itu Teguh mengeluhkan karena dirinya terus diberi bintang kecil maka bisa dipecat dari perusahaannya.


Imam menambahkan, dia akan memberi bintang lima selama diantar dengan selamat dan tidak membawa motornya dengan ugal-ugalan.


"Saya mah selalu
ngasih
bintang lima, asal diantar dengan selamat. Ini apa mungkin itu cara pak teguh biar dikasih bintang 5 agar dapat bonus lumayan besar dari perusahaannya," ujar Imam tertawa.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya