Diancam ISIS, Polda Metro Jaya Minta Bantuan Densus

ilustrasi pengeledahan.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Maulana Surya

VIVA.co.id - Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Mohammad Iqbal, mengatakan, Polda Metro Jaya telah meminta dukungan dari Markas Besar Kepolisian RI, terkait adanya ancaman teror dari jaringan Negara Islam Iraq dan Suriah (ISIS) di Indonesia melalui Santoso alias Abu Wardah.

Jerman Razia Ekstremis Islam

"Tentunya kami minta backup dari Mabes Polri, dalam hal ini dari Detasemen Khusus 88 Anti Teror, tentang kebenaran video itu," kata Iqbal kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Selasa 24 November 2015.

Iqbal menuturkan, meski orang yang dalam rekaman suara tersebut mengaku sebagai Santoso, polisi tetap melakukan penyelidikan mengenai kebenaran hal tersebut.

Satu per Satu Anak Buah Santoso Serahkan Diri

Namun, Iqbal mengaku, polisi tetap meningkatkan pengawasan dan pengamanan terhadap Markas Polda Metro Jaya dan Markas Kepolisian di bawah Polda Metro Jaya.

Iqbal juga mengatakan, Polda Metro Jaya akan tetap melakukan aktivitas seperti biasa, namun dengan tingkat pengamanan yang lebih ketat dari hari sebelumya.

Kurir Santoso yang Ditangkap Ternyata PNS

"Jadi, masuk Polda Metro Jaya sekarang lebih diperketat, dan pengamanan dilakukan 24 jam. Masyarakat mohon maklum, bila masuk akan diperiksa," ujar Iqbal.

Iqbal menjelaskan, sejak adanya aksi teror, Polda Metro Jaya menerapkan satu pintu untuk masuk. Selain itu, seluruh kendaraan, baik mobil maupun motor, akan digeledah, untuk memastikan tidak adanya bahan peledak atau barang yang mebahayakan masuk ke dalam Polda Metro Jaya.

"Selain Polda, objek vital tetap kami perketat pengamanannya. Akan tetapi, kami mengedepankan daya cegah," ujarnya.

Sementara itu, terkait adanya informasi bahwa video rekaman diunggah di salah satu warung internet di kawasan Bogor, Iqbal mengaku, kepolisian masih berusaha memastikan kebenaran informasi tersebut.

"Tim kami sedang selidiki. Sekali lagi, kebenaran dari video atau suara itu kami selidiki benar atau tidak. Polda Metro Jaya tidak tidak mau menyalahartikan dan takut," ujar Iqbal.

Sebelumnya, sebuah video berisi rekaman suara yang disebut sebagai Santoso, beredar di media sosial Facebook. Pada gambar diam yang diunggah oleh akun bernama Muhammad Bahrunnaim Anggih Tamtomo itu, tercantum tulisan "Seruan Sang Komandan, Abu Wardah Asy-Syarqi".

Pada video tersebut, terlihat kibaran bendera ISIS di bagian kiri gambar, dan sosok seorang pria yang diduga komandan kelompok Mujahidin Indonesia Timur, Santoso.

Dalam rekaman suara berdurasi 9 menit 35 detik itu, dilontarkan juga ancaman kepada pemerintah, dengan mengibarkan bendera Jihad di Istana Negara dan Polda Metro Jaya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya