KPAI: Sangat Disayangkan Jika Ahok Sebut Yusri Maling

Ketua KPAI Asrorum Ni'am Sholeh
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
VIVA.co.id
Ini Lokasi Posko Makanan, Minuman dan Medis untuk Pendemo
- Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), sangat menyayangkan bila benar Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, menyebut maling kepada Yusri Isnaeni, seorang ibu rumah tangga. 

Kendaraan yang Lintasi Medan Merdeka Mulai Dialihkan
Menurut Wakil Ketua KPAI, Susanto, seorang figur publik harus berhati-hati dalam berkomunikasi. Karena setiap pilihan kata yang kurang tepat, bisa berdampak negatif pada anak.

Massa Demo dari Bekasi dan Tangerang Mulai Berdatangan
"Figur publik penting memiliki keterampilan komunikasi agar tidak ditiru oleh anak," kata Susanto saat dihubungi oleh VIVA.co.id, Selasa, 22 Desember 2015.

Apalagi, lanjut Susanto, jika seorang figur publik mengeluarkan perkataan yang dapat menyinggung personal seseorang. Tentu hal tersebut tidak boleh terjadi.

"Secara pribadi, saya belum tahu apa betul beliau (Ahok) menggunakan kata tersebut (maling). Jika betul, tentu disayangkan," katanya.

Yusri mengaku disebut maling oleh Ahok di Gedung DPRD DKI Jakarta Kamis, 10 Desember 2015.


Saat itu, Yasri akan menemui Komisi E DPRD DKI. Namun, secara tak sengaja ia bertemu Ahok di tempat itu. Kesempatan bertemu Ahok itu dimanfaatkan Yusri untuk bertanya terkait sulitnya mencairkan Kartu Jakarta Pintar (KJP).

Tapi, bukan jawaban tepat yang didapat Yasri. Ia malah disebut maling oleh Ahok.

"Saya dibilang maling sebanyak tiga kali, sambil ditunjuk jarinya ke wajah saya dengan muka merah," kata Yusri.

Akibat perkataan itu, Yusri merasa dipermalukan dan dirugikan. Tak hanya Yusri, keluarga dan anak-anaknya pun terkena dampaknya. Anaknya yang duduk di kelas III SD Islam Koja jadi sering diejek teman-teman sekolahnya.

Yusri pun menggugat Gubernur Ahok sebesar Rp100 miliar dan melaporkan ke polisi atas kasus pencemaran nama baik. (ase)
Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya