Ahok: Ridwan Kamil Bisa Kalahkan Saya di Pilgub

Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil bersama Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama.
Sumber :
  • Instagram @ridwankamil

VIVA.co.id - Center for Strategic and International Studies (CSIS) merilis hasil survei menjelang Pilgub DKI tahun 2017. Hasilnya, survei itu mengungkap publik Jakarta masih menganggap Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, sebagai calon independen yang paling kuat memenangkan Pilgub.

PAN Bentuk Koalisi Saingi Ahok Jelang Pilkada 2017
Walau dijagokan, Ahok, sapaan akrab Basuki, menganggap Pilgub DKI bukanlah ajang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang mudah dimenangkan. Undang-undang Nomor 29 Tahun 2007 Tentang Pemerintahan Daerah Khusus Jakarta mensyaratkan seorang kandidat harus mendapat raihan setidaknya 50 persen suara ditambah satu, sebelum resmi menjadi pemenang.
 
Pakai Sapu Lidi, Jaklovers Kenalkan Risma ke Warga DKI
"Kalau di daerah lain (dengan raihan suara yang tinggi) kamu sudah menang, di Jakarta, kamu harus dapat suara 50 persen plus satu," ujar Ahok di Balai Kota DKI, Selasa, 26 Januari 2016.
 
Kata Ahok Soal Pencalonan Sandiaga Uno Oleh Gerindra
Dengan adanya peraturan itu, Ahok menganggap setiap kandidat yang berlaga akan menempuh kesulitan yang sama dalam memperebutkan suara.
 
Ahok tidak menampik Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil, yang telah digadang Partai Gerindra menjadi salah satu kandidat yang akan diusung, bisa mengalahkannya.
 
"Dia (Ridwan Kamil) bisa saja ngalahin saya," ujar Ahok.
 
Sebagai informasi, dalam hasil survei yang dirilis CSIS, Ahok dan Ridwan Kamil merupakan dua tokoh terkuat kandidat Gubernur DKI. Hasil survei menunjukkan 45 persen warga Jakarta akan memilih Ahok. Sementara, 15,75 persen memilih Ridwan Kamil.
Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya