Guru Les di Bekasi Tertangkap Basah Cabuli Murid

Ilustrasi/Korban pelecehan seksual
Sumber :
  • www.kidsinthehouse.com

VIVA.co.id – Seorang tenaga pengajar pribadi Bahasa Inggris berinisial KI (22), tepergok sedang melecehkan muridnya, yang masih berusia 6 tahun. Aksi cabulnya itu terungkap oleh bibi korban, berinisial PB (28).

img_title Buntut Mencuatnya Kasus Pelecehan Seksual, Kemenag Bekukan Sementara Ponpes Dar Et Tauhid

Peristiwa ini bermula saat PB tengah berkunjung ke rumah saudaranya di Perum PMI, Desa Sriamur, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Demikian ungkap Kepolisian Resor Kota Bekasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kebetulan, rumah saudaranya itu berlokasi persis di seberang rumah KI. Saat itu, PB yang mengetahui kemenakannya, berinisial B, biasa mengikuti les pribadi di rumah KI, mampir untuk melihat proses belajar mereka.

img_title Aksi Begal Payudara Siswi di Bekasi Terekam CCTV, Pelaku 42 Tahun Ditangkap

Namun, bukannya melihat kegiatan belajar mengajar, PB terkejut dan tak menyangka, mendapati KI justru sedang mencabuli korban.

"Jadi bibinya langsung marah-marah lihat kelakuan pelaku dan melaporkan kejadian ini ke Ketua RT setempat," kata Kasubag Humas dari Polresta Bekasi, Iptu Makmur, di kantornya, Jumat 18 Maret 2016.

img_title Pimpinan Ponpes di Sekotong Jadi Tersangka Pelecehan Seksual, Modusnya Beri Obat ke Santriwati

Setelah bibi korban melaporkannya pada ketua RT setempat, perumahan itu pun langsung heboh. Makmur mengungkapkan, KI sempat diinterogasi warga setempat, tapi dia membantah telah mencabuli korban. Namun setelah didesak warga, akhirnya dia mengakui telah mencabuli B, muridnya sendiri.

Setelah itu, warga membawa KI ke Mapolsek Tambun agar diproses secara hukum. Kepada penyidik, KI mengaku ini pertama kalinya dia melakukan pencabulan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Guna memperkuat laporan tersebut, pihak kepolisian meminta keluarga untuk membawa B menjalani visum di rumah sakit.

Hasil visum bisa dijadikan alat bukti penyelidikan mengenai dugaan pencabulan terhadap korban. Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Undang-Undang nomor 35 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, dengan hukuman penjara maksimal 15 tahun. (ren)

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Budi Hermanto

Anak Berkebutuhan Khusus Jadi Korban Pelecehan Seksual di Matraman, Polda Metro: Pelapor Kembali Buat Laporan

Anak berkebutuhan khusus, berinsial DKA (5) diduga jadi kobran pelecehan seksual di Kawasan Utan Kayu Utara, Matraman, Jakarta Timur. Hal ini diceritakan Kabid

img_title
VIVA.co.id
21 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut