Pemprov DKI Minta FKDM Tak Main Hakim Sendiri

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat saat membuka apel FKDM
Sumber :
  • Yasin Fadilah/VIVA.co.id

VIVA.co.id – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, menghadiri apel siaga Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) terkait Kesiapan Mengawal Tahapan Pemilukada 2017 serta Pembekalan Bela Negara di Gedung Wali Kota Jakarta Utara, Rabu, 20 April 2016.

img_title 5 Fakta Tragis MU usai Dibantai Bournemouth

Dalam sambutanya Djarot menilai, posisi FKDM sangat strategis, karena anggotanya berasal dari elemen masyarakat. Dengan demikian, diperlukan peran aktif setiap anggota untuk meningkatkan kewaspadaan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Posisi dari FKDM itu sangat strategis, sangat penting, dan sangat dibutuhkan oleh seluruh warga Jakarta guna mewujudkan suatu kondisi Kota Jakarta yang kondusif, aman, dan toleran, di tengah perbedaan yang ada di dalam kelompok-kelompok masyarakat. Itu tujuan dari kita bersama,” kata Djarot dalam sambutannya.

img_title Gerindra soal Desakan Prabowo Berhentikan Wapres, Singgung Kewenangan

Posisi strategis ini membuat FKDM menjadi jembatan antara masyarakat dengan pemerintah, baik untuk memberikan masukan dan laporan mengenai kondisi dan peristiwa di Jakarta, maupun benteng masyarakat dari beragam pengaruh negatif dan konflik.

“FKDM merupakan mata serta telinga dari pemerintahan. Potensi yang hidup di masyarakat bisa diambil oleh anggota FKDM. Karena Anda ada di masyarakat, sehingga Anda paham dan tahu apabila ada konflik,” ujarnya menambahkan.

img_title Kalkulasi Wacana Pemakzulan Gibran, Jimly Asshiddiqie: Faktor Terpentingnya Presiden Prabowo

Djarot mengimbau agar FKDM tidak mengambil tindakan sendiri. Setiap anggota diharuskan berkoordinasi dengan aparat Kepolisian.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kita tidak boleh terjebak, masuk untuk memperkeruh keributan dan kegaduhan di luar konteks FKDM. Tujuan kita adalah bagaimana kita mampu menjaga situasi kondisi di masyarakat supaya tidak terjadi konflik, tidak gaduh, dan saling menjatuhkan satu sama lain. Kalau ada hal seperti itu, seluruh anggota FKDM wajib melerai, apalagi masalah SARA (suku, agama, ras dan antar golongan). Anda semua wajib menetralisir.”

Laporan: Yasin Fadilah/Jakarta

Kapolda Metro Jaya, Irjen Moechgiyarto.

Strategi Kapolda Metro Jaya Hadapi Teror dan Pilkada DKI

Kondisi Jakarta lebih rawan dan sensitif

img_title
VIVA.co.id
24 Maret 2016
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut