Polisi dan Pemotor yang Diduga Dipukul di Ciputat Berdamai
- VIVA.co.id/Ahmad Rizaluddin
VIVA.co.id – Tiga orang polisi lalu lintas (Polantas) Tangerang Selatan (Tangsel) sempat terlibat cekcok dengan seorang pengendara motor di Ciputat, Tangerang Selatan. Kejadian itu diduga berujung pemukulan terhadap pengendara sepeda motor.Â
Namun kini, kedua belah pihak sudah berdamai. "Sudah clear tadi malam, dia minta maaf. Ada pihak ketiga yang pertemukan Kasat Lantas dengan ketiga anggota dan yang bersangkutan, sudah damai. Pertemuannya di Mabes Polri," ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Awi Setiyono, Rabu, 18 Mei 2016.
Menurut Awi, persoalan ini dianggap selesai. Kedua belah pihak tidak melanjutkan persoalan ini ke ranah pidana. Polantas Tangsel juga tak akan membawa masalah ini ke ranah undang-undang (UU) Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
Awi menjelaskan, peristiwa cekcok antara Polantas dan pemotor ini terjadi ketika kondisi jalan di lokasi itu macet total. Petugas Polantas melakukan pengaturan agar tak macet. "Terus dia nyerobot, anggota (Polantas) manusia biasa, ditertibkan enggak mau, malah kasar. Terus dia ngaku keluarga polisi, ngaku wartawan, ya anggota juga kan manusia biasa. Dia sudah berdiri lama di situ," kata Awi.
Sebelumnya, petugas kepolisian diduga memukul pengendara sepeda motor di Ciputat, Tangerang Selatan. Hal itu terungkap dari postingan di halaman Facebook milik Wisnuhandy Widyoastono,
Berdasarkan postingan yang dikutip VIVA.co.id, Selasa, 17 Mei 2016, Wisnu menyebutkan, peristiwa itu terjadi di ruas jalan perempatan Duren, Kampung Sawah, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten. Namun tak dijelaskan, kapan waktu kejadian terjadi.
Saat kejadian kondisi jalanan di lokasi sedang macet. Saat itu, dia tiba-tiba dihentikan oleh seorang petugas polisi yang menanyakan surat-surat kendaraannya.
"Di lokasi tersebut tidak ada papan pemberitahuan razia atau pemeriksaan. Saya menepi dan bertanya kepada petugas tersebut untuk melihat surat tugas mereka secara baik-baik," tulis Wisnuhandy Widyoastono.
Wisnuhandy melanjutkan, salah seorang petugas dengan tanda pengenal bernama Nasution tiba-tiba membentaknya dan membawa Wisnuhandy ke atasannya bernama Agus S. Saat menanyakan kenapa dia dihentikan, datang satu lagi petugas dengan ciri berkulit gelap yang tidak diketahui namanya yang marah kepada Wisnuhandy. Dia memberi penjelasan bahwa dia hanya menanyakan kenapa dihentikan dan dimintai surat-surat.