Pejabat DKI Dicopot Ahok Gara-gara Wifi Lambat

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, Selasa, 24 Mei 2016.
Sumber :
  • Filzah Adini Lubis - VIVA.co.id

VIVA.co.id – Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Kehumasan DKI, Ii Karunia menjadi salah satu pejabat eselon II di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI, yang dicopot Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama dari jabatannya.

img_title Penumpang Internasional Kini Bisa Punya Akses Internet di 160 Negara Tanpa Ganti Kartu SIM

Ahok, sapaan akrab Basuki mengatakan, kepala dinas yang menjabat sejak 2 Januari 2015 itu, dicopot dari jabatannya karena banyak hal. Ironinya, salah satunya karena buruknya jaringan internet di Balai Kota DKI.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kalian (wartawan) pakai (jaringan) wifi di sini juga kan?," ujar Ahok di Balai Kota DKI, Jum'at, 17 Juni 2016.

img_title Tak Lagi Mati Gaya di Udara, Wi-Fi Satelit Mulai Dibawa ke Dalam Pesawat

Ahok mengatakan, dibanding wifi, orang-orang di Balai Kota DKI lebih cepat mengakses jaringan internet menggunakan layanan telekomunikasi komersial.

Kadis Kominfo sebelumnya, beralasan adanya tabrakan frekuensi jaringan di kompleks Balai Kota menjadi penyebabnya. Lebih dari satu tahun menjabat, Ii ternyata tidak mampu menyelesaikan masalah itu.

img_title Heboh! Informasi Pemadaman Internet Nasional 25-27 September, Komdigi Ungkap Faktanya

"Masa Kantor Gubernur wifinya begitu parah?" ujar Ahok.

Selain Ii, Ahok mengatakan Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Ratna Diah Kurniati termasuk pejabat yang ia ganti. Ratna yang juga pejabat pengganti Kadistamkam sebelumnya, Nandar Sunandar, dianggap tidak mampu menyelesaikan masalah pungutan liar (pungli) di pemakaman yang menjadi persoalan kronis.

"Kita mau ganti yang lebih baik saja. Misalnya ada (kepala dinas) yang jawab ngeyel gitu. Ganti baru saja," ujar Ahok.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ahok mengatakan, kepala dinas baru yang ia lantik hari ini telah melalui sesi wawancara khusus dengan dirinya setelah lulus seleksi Badan Kepegawaian Daerah (BKD) DKI. Ahok tidak memilih seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) menjadi pejabat strategis atas pertimbangan kemampuan tekniknya. Seorang PNS, ia tunjuk menjadi pejabat bila ia nilai memiliki kemampuan melayani warga dengan tulus.

"Orang baru enggak perlu mengerti teknik. Yang penting bisa mengayomi orang," ujar Ahok.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan

Usai Pejabatnya Kena OTT KPK, BNPB Perintah Inspektorat Penelusuran Internal dan Pengamanan Dokumen

OTT Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap sejumlah pejabat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) langsung direspons pimpinan lembaga tersebut.

img_title
VIVA.co.id
14 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut