Pengamat: Popularitas Bukan Acuan Menang Pilkada

Mengukur peluang menantang Ahok.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Muhamad Solihin

VIVA.co.id – Pengamat pemilihan umum (pemilu), Said Salahudin menilai tingginya elektabilitas Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alis Ahok tidak menjaminnya menang dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017.

img_title Angka Kemiskinan Indonesia Turun Jadi 8 Persen, Cak Imin: 2029 Ditargetkan 5 Persen

"Soal popularitas dan memang sudah terbukti dari beberapa Pilkada, popularitas tidak menjadi acuan," kata Said dalam rilisnya di Jakarta, Minggu, 19 Juni 2016.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut dia, petahana atau pemegang suatu jabatan politik yang sedang menjabat memang tingkat popularitasnya biasanya lebih tinggi dibanding calon lainnya. Sementara tingkat kesukaan Ahok dan Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil tipis, hanya beda 1,2 persen dan ketiga Yusuf Mansyur, beda 2 persen terhadap Ahok.

img_title Terdampak Karhutla, 80 Ribu Liter Air Bersih Didistribusikan di 10 Kelurahan Palembang untuk Warga

Munculnya nama Ridwan Kamil yang sudah menyatakan tidak akan maju sebagai calon Gubernur DKI Jakarta, menurutnya, tidak berpengaruh atas kesukaan warga Jakarta yang ingin dipimpin Ridwan Kamil.

"Walaupun RK (Ridwam Kamil) sudah bilang tidak (mencalonkan Gubernur DKI Jakarta), tapi kita mengacu ke Jokowi (Joko Widodo), yang dulu bilang tidak, tapi jadi presiden juga," ujarnya.

img_title Respons Menohok Cak Imin soal Kasus Tewasnya Anak Down Syndrome Diduga Karena Bullying di Surabaya

Hal senada juga diungkapkan Wakil Sekretaris Jenderal PKB, Daniel Johan. Menurutnya, meskipun di beberapa lembaga survei menunjukkan bahwa elektabilitas Ahok masih tinggi tetapi posisinya juga masih rawan.

"Lihat dahulu Pilgub 2012. Dahulu Foke (Fauzi Bowo) elektabilitasnya tinggi hampir 49 persen dan Jokowi-Ahok 14 persen, kalau incumbent memang lebih besar biasanya dalam elektabilitas," kata Daniel.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mengenai Ahok yang akan mencalonkan diri melalui jalur independen, Daniel menghargai dan secara personal mendukung.

"Tapi jelas Pak Ahok tidak masuk dalam kandidat PKB karena tidak mendaftar. Kita menghargai Ahok maju sebagai independen dan secara pribadi, saya terus mendorong dan agar tidak mengecewakan Teman Ahok," ucapnya.

Ilustrasi santri

Cak Imin Minta Santri Tak Cuma Jago Agama, Ini Tantangan yang Harus Ditaklukkan

Ketum PKB, Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin mendorong para santri di seluruh Indonesia untuk tampil sebagai garda terdepan dalam menyelesaikan persoalan bangsa.

img_title
VIVA.co.id
22 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut