Jejak Brutal Geng Motor Depok
- Zahrul Darmawan/VIVA.co.id
Wanita di Balik Geng Motor
Selang beberapa jam setelah serangkaian aksi beringas itu terjadi, Tim Buru Sergap Polsek Sukmajaya bersama Satreskrim Polresta Depok akhirnya berhasil meringkus delapan orang yang diduga sebagai pelaku geng motor.
Ironisnya, dari delapan terduga pelaku yang diamankan ada satu gadis ABG yang ikut diciduk petugas. Mereka masing-masing berinisial MIN (21), AS (19), F (18), AZ (18), CV(17), S (20), AF (19) FN (17) dan seorang gadis berinisial RSH yang masih berusia 17 tahun. Rata-rata pelaku merupakan warga Cibinong, Kabupaten Bogor.
Dari penangkapan ini, polisi masih akan terus melakukan pengembangan. Lantaran sejumlah saksi dan korban mengaku saat penyerangan terjadi jumlah mereka puluhan.
“Dugaan sementara motifnya cemburu. Kelompok penyerang tidak terima teman wanitanya digodain. Tapi apakah betul hanya itu motifnya, ini yang sedang kami dalami,” kata Kapolresta Depok, Ajun Komisaris Besar Harry Kurniawan.
Lebih lanjut Harry juga mengaku, dari penangkapan ini pihaknya berhasil menyita sebilah samurai yang diduga digunakan pelaku untuk menyerang para korbannya.
“Kasus ini terungkap karena salah satu saksi mengenali baju pelaku. Ada samurai yang kami sita. Terkait pistol belum bisa kita pastikan apakah benar atau tidak, karena belum sempat meletus,” katanya.
Sebelumnya, Rabu 11 Mei 2016 lalu, aksi penyerangan serupa juga terjadi di Tapos, Depok. Aksi brutal ini menyebabkan seorang remaja yang masih berstatus pelajar tewas dengan kondisi mengenaskan, di Jalan Dongkal, Sukatani, Tapos, Depok. Korban diketahui bernama Henry Harul Setiawan (19).
Bungsu dari dua bersaudara itu tewas setelah dikeroyok sejumlah pria yang menggunakan enam motor. Korban ditusuk menggunakan senjata tajam, botol, dan bambu runcing hingga menembus paru-paru.
Kejadian itu bermula ketika korban sedang nongkrong di Jalan Dongkal. Tiba-tiba sekelompok pemuda yang datang menggunakan motor langsung menyerangnya.
“Anak saya dikeroyok tanpa melawan. Dari keterangan saksi-saksi diperkirakan jumlah motor ada enam. Setelah korban dianiaya dan tidak berdaya langsung ditinggalkan bersimbah darah,” kata Otaviani, ibu korban.
Ia pun hanya bisa berharap polisi dapat mengungkap kasus ini dan memberi hukuman yang setimpal untuk para pelakunya. “Hati ibu mana pun akan sakit melihat anaknya pulang jadi mayat. Saya mohon keadilannya pak, tangkap mereka semua.”