Legislator DKI Tersangka Kasus UPS Segera Disidang

Pengadaan UPS di Sekolah
Sumber :
  • ANTARA/Puspa Perwitasari

VIVA.co.id – Berkas penyidikan dua tersangka kasus pengadaan uninteruptible power supply atau alat pasokan daya bebas gangguan di sekolah DKI Jakarta, dinyatakan lengkap sehingga mereka akan segera disidangkan.

img_title Fakta Mengejutkan Kasus TPPO Modus Tentara Bayaran Rusia, Korban Ada Eks Anggota TNI-Polri

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri, Brigadir Jenderal Polisi Agus Rianto mengatakan, dua tersangka yang akan segera disidangkan adalah Sekretaris Komisi E DPRD DKI Jakarta Fahmi Zulfikar Hasibuan, serta mantan anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Muhammad Firmansyah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Tersangka FH (Fahmi Zulfikar Hasibuan) dan FI (Muhammad Firmansyah) berkasnya sudah lengkap dan sudah selesai dilimpahkan (ke Kejaksaan Agung). Jadi sebentar lagi sidang," kata Agus di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis, 21 Juli 2016.

img_title Modus TPPO Tentara Bayaran Rusia, Dijanjikan Kontrak Rp 620 Juta-Gaji Rp 50 Juta per Bulan

Sementara untuk berkas penyidikan terhadap Direktur Utama PT Offistarindo Adhiprima, Harry Lo, saat ini masih didalami, karena ada beberapa alat bukti yang perlu dilengkapi penyidik Bareskrim Polri. Hal ini membuat penyidik belum bisa melimpahkan berkas penyidikan tersangka ini ke Kejaksaan Agung.

"Nanti kalau sudah rampung akan segera tahap satu ke Kejaksaan," ucap Agus.

img_title Polri Menyesal Soal Penggerebekan Ponpes di Sukoharjo, Akui Ada Keluhan Hingga Trauma dari Santriwati

Sebelumnya Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, hakim telah memvonis bersalah Alex Usman, mantan Kepala Seksi Sarana dan Prasaraan Suku Dinas Pendidikan Menengah Jakarta Barat, yang menjadi Pejabat Pembuat Komitmen pengadaan UPS di Jakarta. Alex pun dihukum 6 tahun penjara, dan denda Rp.500 juta, subsider 6 bulan kurungan.

Hakim menilai Alex Usman telah membantu Direktur Utama PT Offistarindo Adhiprima, Harry Lo, agar UPS dapat dijadikan sebagai barang pengadaan di Suku Dinas Pendidikan Menengah Jakarta Barat Tahun Anggaran 2014.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Alex disebut beberapa kali bertemu dengan anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta yang juga menjadi anggota Badan Anggaran, Fahmi Zulfikar Hasibuan, serta Firmansyah, selaku Ketua Komisi E DPRD DKI untuk mengupayakan agar UPS dapat dijadikan sebagai barang pengadaan.

Akhirnya anggaran pengadaan UPS masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan Tahun 2014 pada 13 Agustus 2014, kendati tak pernah dibahas dalam rapat Komisi E dengan SKPD mitra. (mus)

Ilustrasi debt collector atau mata elang.

Sering Bikin Resah, Polri Siapkan Aturan Baru Debt Collector: Tak Bisa Lagi Sembarangan Tarik Kendaraan!

Polri mendorong profesi debt collector atau penagih utang ditata ulang agar tidak lagi identik dengan praktik intimidasi dan penarikan kendaraan secara paksa.

img_title
VIVA.co.id
3 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut