Negara Dinilai Telantarkan Korban Tragedi Bom

Peringatan Satu Dekade Bom Kuningan
Sumber :
  • VIVAnews/Ikhwan Yanuar

VIVA.co.id – Direktur Aliansi Indonesia Damai (AIDA), Hasibullah Satrawi, mendesak agar pemerintah ikut bertanggung jawab membantu para korban tragedi bom yang pernah terjadi di Indonesia. Termasuk, para korban bom Kuningan (Kedubes Australia), bom JW Marriot dan bom Bali.

img_title Fakta-fakta Ancaman Bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi Jagakarsa

Hal ini diutarakannya dalam acara peringatan tragedi bom Kuningan, oleh para penyintas dan korbannya di sebuah restoran di kawasan Slipi, Jakarta Barat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Negara harus bertanggung jawab menanggung para korban, yang sampai hari ini masih berobat dan menjalani pelayanan dari dampak psikis yang mereka alami sejak tragedi tersebut," kata Hasibullah di Jakarta, Sabtu, 10 September 2016.

img_title Guru Ungkap Detik-detik Teror Bom Bikin Siswa SDN Srengseng Sawah 15 Jagakarsa Panik: Diminta Tetap di Lapangan

Dia menyatakan, sebagian korban bom Kuningan saat ini aktif dalam AIDA dan Yayasan Penyintas Indonesia, untuk memberikan penyuluhan antikekerasan ke sekolah-sekolah.

"Kami berharap, ke depannya negara bisa mengambil alih peran ini, para korban perlu diberdayakan. Salah satunya adalah karena para korban merupakan komunitas yang kerap terlupakan, termasuk oleh negara," ujarnya.

img_title Teror Bom di SDN Srengseng Sawah 15 Saat Hari Pertama MPLS, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan

Para korban tragedi bom ini, ujar Hasibullah, sebenarnya merupakan para martir negara, yang secara tidak sengaja menjadi korban tindakan terorisme. Tindakan teror dengan meledakkan bom sebenarnya ditujukan kepada pemerintah, sebagai bukti perlawanan kaum teroris kepada negara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Oleh karenanya, lanjut Hasibullah, ketika para korban mendedikasikan dirinya untuk memberikan penyuluhan antikekerasan kepada masyarakat, hal itu harus dipandang sebagai upaya mereka untuk menjaga kedamaian di Indonesia. Maka, negara pun harus memperhatikan kehidupan mereka sebagai bentuk kepedulian pemerintah dalam upaya mencegah tindak terorisme.

"Kami menganggap upaya (memberikan penyuluhan antikekerasan) ini, adalah bagian dari kepedulian para korban terhadap suasana yang aman di Indonesia, untuk menjaga perdamaian bagi negara yang kita cintai ini," ucapnya.

Polisi berjaga di lokasi terkait dugaan teror bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan

Wamendikdasmen Kutuk Teror Bom di SDN Srengseng Sawah 15, Minta MPLS Dihentikan Sementara

Selain itu, ia meminta meminta SDN Srengseng Sawah 15 Pagi menghentikan sementara pelaksanaan MPLS hingga ada kepastian bahwa kondisi sekolah benar-benar aman.

img_title
VIVA.co.id
13 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut