Ahok Tuding Romo Sandyawan Penghasut Warga Bukit Duri

Warga Bukit Duri menolak pembongkaran untuk normalisasi Kali Ciliwung
Sumber :
  • Anwar Sadat

VIVA.co.id – Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, menuding Ketua Komunitas Ciliwung Merdeka, Sandyawan Sumardi, sebagai orang yang terus mendorong warga untuk menolak rencana Pemerintah Provinsi DKI melaksanakan normalisasi Kali Ciliwung. Namun begitu, Ahok enggan menerka motivasi Sandyawan.

img_title DKI akan Bangun Penampungan Warga Bukit Duri

Menurut Ahok, sebelum kawasan Kampung Pulo, salah satu wilayah di bantaran Sungai Ciliwung juga ditertibkan pada Agustus 2015. Kemudian Sandyawan melalui Ciliwung Merdeka, menawarkan konsep penataan kawasan bantaran Sungai Ciliwung kepadanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Sandyawan itu orang Kampung Pulo, bekas Romo (imam Katolik)," ujar Ahok di Balai Kota DKI, Rabu, 14 September 2016.

img_title Bukit Duri Digusur, Wali Kota: Tak Ada Perlawanan Warga

Meski demikian, Ahok mengatakan kalau warga Kampung Pulo menolak konsep Ciliwung Merdeka. Ahok mengklaim warga Kampung Pulo saat itu lebih setuju kawasan itu ditertibkan dari hunian liar supaya pemerintah bisa melakukan normalisasi kali.

"Warga Kampung Pulo udah tolak mereka (Sandyawan dan komunitas Ciliwung Merdeka)," ujar Ahok.

img_title Hari Ini, Pemprov DKI Bongkar 335 Bangunan di Bukit Duri

Menurut Ahok, dalam rencana penertiban Bukit Duri, kawasan di seberang Kampung Pulo, Sandyawan dan komunitasnya juga melakukan upaya menghambat.

Sandyawan mengatasnamakan warga Bukit Duri dalam mengajukan gugatan berkelompok (class action) di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat terhadap Pemerintah Provinsi DKI, Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC), dan Pemerintah Kota Jakarta Selatan. Ketiganya adalah lembaga pemerintah pelaksana normalisasi.

Menurut Ahok, sama dengan yang dilakukan di Kampung Pulo, Ciliwung Merdeka juga memberi penawaran konsep penataan kawasan Bukit Duri kepada pemerintah. Ahok mempersilakan mereka menjalankan konsepnya.

Namun, menurut Ahok, warga Bukit Duri sendiri enggan jika lahan mereka yang ditertibkan, ditata dengan konsep yang diberikan Ciliwung Merdeka.

"Saya bilang mau enggak yang punya tanah (warga Bukit Duri) ngasih kuasa ke kamu (untuk) menata Bukit Duri? Dia enggak bisa datang," ujar Ahok.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lagipula, Ahok beranggapan, akan tidak tepat jika pihak yang melakukan penataan adalah Ciliwung Merdeka. Ahok memperbolehkan mereka sekadar memberi konsep. Namun, keputusan penggunaan konsep dan pelaksanaan tindakan penataan, sepenuhnya ada di tangan pemerintah.

"Sekarang dia mau klaim lagi mau menata Bukit Duri. Emang itu tanahnya dia?" ujar Ahok.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut