Ahok Tuding Romo Sandyawan Penghasut Warga Bukit Duri

Warga Bukit Duri menolak pembongkaran untuk normalisasi Kali Ciliwung
Warga Bukit Duri menolak pembongkaran untuk normalisasi Kali Ciliwung
Sumber :
  • Anwar Sadat

Warga Bukit Duri yang terkena relokasi untuk normalisasi kali Ciliwung, mulai pindah ke Rusun Rawa Bebek, Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur. Hingga Rabu, 14 September 2016,  tercatat sudah ada 213 kepala keluarga (KK) yang telah menempati rusun di pinggir Kanal Banjir Timur tersebut.

"Total warga Bukit Duri yang saat ini sudah pindah sebanyak 213 KK," kata Kepala UPRS Rawa Bebek, Darnawati Sembiring.

Darnawati mengatakan, seluruh kepala keluarga tersebut mulai pindah secara bertahap. Dia juga mengklaim warga merasa betah dan sudah mampu beradaptasi dengan lingkungan barunya.

Warga Bukit Duri yang sudah pindah ke Rusun Rawa Bebek, Jakarta Timur.

Ramlan (35 tahun), warga Bukit Duri, memilih pindah lebih awal karena sudah tidak memiliki pilihan lain. Para pengurus RT dan RW di wilayah Bukit Duri juga telah berusaha untuk bertahan, tetapi tetap tidak bisa.

"Saya sejak lahir sudah di Bukit Duri, pindah ke sini ya karena gak ada pilihan lain. Semenjak dikasih SP 2 saya langsung pindah saja. Karena sudah ada tempat juga, jadi langsung pindah," ujar Ramlan.

Pria yang menempati tower Cendrawasih tersebut juga mengatakan, ada beberapa kendala yang ia alami selama tinggal di rusun. Yaitu sulitnya mendapatkan transportasi umum.

"Memang sih ada busway tapi itu lambat, satu jam sekali baru masuk sini. Itu kan menyusahkan juga," ujarnya.

Warga lainnya di tower Cendrawasih, Nita (37),  mengatakan sejauh ini ia betah tinggal di rusun. Karena lingkungannya lebih rapi dan tertata.

"Betah-betah saja. Gak ada kendala. Di sini juga lebih rapi gak kaya di tempat sebelumnya (di Bukit Duri)," ujarnya.

Saat ini masih sebanyak 148 KK lagi yang belum pindah ke Rusun Rawa Bebek. Beberapa di antaranya ada yang sudah mengambil kunci dan segera pindah dan ada juga yang masih bertahan untuk memperjuangkan hak-haknya.