Videotron Porno, 10 Saksi Diperiksa

Papan iklan menayangkan video porno di kawasan Jakarta Selatan baru-baru ini.
Sumber :
  • Twitter

VIVA.co.id – Pihak Kepolisian masih terus menyelidiki kasus munculnya video porno pada videotron di kawasan Prapanca, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat 30 September 2016.

img_title Polda Metro Bongkar Pengiriman 54 Ton Galena di Jakut, Dokumen Kontainer Malah Tertulis Kemiri

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Awi Setiyono menyatakan, hingga kini pihaknya sudah memeriksa 10 orang saksi, yang terdiri dari delapan admin dari PT Transito Adiman Jati dan dua orang saksi yang berada di sekitar lokasi pada saat video porno itu muncul. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Jadi, videotron seperti kemarin saya sampaikan pemeriksaan masih 10 saksi, sudah diperiksa delapan adminnya dari PT TAJ, kemudian ada juga saksi yang melihat baru dua yang diperiksa," kata Awi kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Minggu 2 Oktober 2016.

img_title Kasus Roti Gluten Free Bake n Grind Memanas, Kini Ada 3 Laporan Polisi dan 16 Saksi Diperiksa

Dia pun menuturkan, tidak menutup kemungkinan masih bisa bertambah saksinya, karena memang saksi masih banyak.

Kemudian, dari kemarin penyidik intensif sedang melakukan pemeriksaan digital forensik terkait dengan CPU milik PT TAJ. CPU ini, lanjut Awi, yang diperkirakan selama ini untuk mentransmisikan iklan-iklan yang ada di videotron tersebut.

img_title Polisi Bongkar Gudang Sisik Trenggiling 320 Kg di Bekasi, Pengiriman Disamarkan sebagai Ikan Asin

"Kami melakukan pemeriksaan ini, tentunya kami akan cari tahu ini konten video porno itu dari mana di tayangkan, transmisikan, makanya kita melaukan pemeriksaan terhadap enam CPU. Sudah lima CPU yang diperiksa, tinggal satu mudah-mudahan hari ini bisa tuntas. Kalau tuntas, besok akan kita sampaikan, sebenarnya apa yang terjadi, siapa yang mengunggah video tersebut. Ini ada unsur kesengajaan, atau ini ada yang meng-hack," katanya.

Mengenai dugaan adanya unsur politis dalam tayangnya video porno tersebut, Awi enggan bicara. Menurutnya penyidikan belum mengarah ke sana. "Belum, belum sampai ke sana," ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hingga kini, pihaknya belum menetapkan satu tersangka pun dalam kasus ini. Ia pun meminta masyarakat bersabar dan mengikuti alur penyidikan. Tak hanya saksi administrasi yang akan diperiksa, pihaknya sudah memeriksa delapan handphone dari admin tersebut

"Kami belum bisa menentukan tersangka, karena kita masih melakukan pemeriksaan digital forensik. CPU yang dilakukan pemeriksaan, dengan maksud nanti akan ketahui siapa yang mengunggah video porno, termasuk ada delapan admin yang diperiksa, termasuk handphonenya juga diambil apakah ada komunikasi lewat situ, segala kemungkinan bisa terjadi, makanya kita tunggu. Beri kesempatan penyidik Cyber crime," katanya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut