Tembak Anggota Geng Motor, Warga Bekasi Ditahan

Ilustrasi butir peluru.
Sumber :
  • Pixabay

VIVA.co.id – Hamzah Khanani (20), warga Kota Bekasi Jawa Barat ditangkap polisi usai menembak mati seorang anggota geng motor bernama Tri Wibowo (20) dengan senapan angin.

img_title Geng Motor Diduga Terlibat di Kasus Tewasnya Satpam Waduk Jatiluhur dengan Tangan Terborgol

"Tersangka ditangkap pada Rabu, 12 Oktober di kediamannya," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Awi Setiyono, Kamis, 13 Oktober 2016.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dari pemeriksaan, Hamzah mengaku menembak anggota geng motor tersebut sebagai pembelaan. Lantaran warung milik keluarganya dirusak kelompok geng motor Gengster 24 Cipayung yang merupakan kelompok dari korban.

img_title Polisi Bekuk Pelaku Perampokan Gunakan Pistol di Bekasi

Saat itu, memang sedang terjadi keributan antara geng motor Gengster 24 Cipayung dengan anak-anak di Rawa Bogo atau Poncol. Pengakuan Hamzah, di kejadian yang terjadi pada Minggu dinihari, 9 Oktober 2016, dia memang sedang duduk bersama sejumlah anak-anak geng motor Poncol.

Keributan pun tak terhindarkan. Gengster 24 Cipayung yang berjumlah puluhan orang menyerang anak-anak di Rawa Bogo dengan senjata tajam. Melihat hal tersebut, Hamzah yang rumahnya di dekat lokasi keributan langsung mengambil senapan angin.

img_title Penguatan Community Policing Atasi Masalah Geng Motor di Garut

Ia sempat memberikan tembakan peringatan namun tak digubris oleh para anggota geng motor. Karena itu ia pun menembakkan senjatanya ke arah kelompok tersebut.

Alhasil, peluru mengenai kepala Tri Wibowo dan seorang lainnya bernama Paul Martin (19) yang terkena tembakan di leher. Tri Wibowo pun jatuh dan langsung dilarikan ke rumah sakit oleh warga. Namun nahas nyawanya tak tertolong.

"Korban lain bernama Paul Martin Manurung masih dirawat di RS Polri Kramat Jati," kata Awi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kini, dari penangkapan tersebut, polisi mengamankan satu buah senapan angin jenis PCP, tiga butir amunisi atau mimis senapan angin, satu helai kemeja dan satu helai celana panjang yang merupakan pakaian yang digunakan pelaku saat kejadian.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 351 ayat 3 KUHP tentang tindak pidana penganiayaan yang menyebabkan meninggal dunia dan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman 20 tahun penjara.

Kapolda Sulsel Irjen Pol Awal Chairuddin (tengah)

Tawuran Geng Motor di Makassar Tewaskan Ojol, 19 Orang Jadi Tersangka, Mayoritas Masih di Bawah Umur

Polisi menetapkan 19 orang sebagai tersangka dalam kasus tawuran antarkelompok geng motor di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, Sulsel.

img_title
VIVA.co.id
22 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut