Lulusan SMK Madiun Ikut Membuat Kereta MRT di Jepang
- VIVA.co.id / Fajar GM
VIVA.co.id – Sebanyak 13 lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) asal Madiun, Jawa Timur, bekerja di pabrik Nippon Sharyo, Ltd. di Toyokawa, Aichi, Jepang.
Mereka adalah peserta program kerja sama Nippon Sharyo dan PT Industri Kereta Api (INKA). Ada 63 lulusan SMK lain dari Madiun yang telah bekerja dalam periodenya untuk Nippon Sharyo sejak 2008.
Di sana, para lulusan SMK bekerja sesuai keahlian. Ada yang bertugas mengelas, memasang sistem perpipaan, hingga sistem kelistrikan.
Para lulusan SMK, beserta ratusan pegawai Nippon Sharyo lain, mengerjakan pesanan rolling stock (gerbong kereta api) dari berbagai negara, termasuk 16 rangkaian yang dipesan PT MRT Jakarta untuk jalur selatan - utara moda transportasi angkutan massal cepat (mass rapid transit/MRT) di Jakarta.
"Mereka sangat niat dan rajin sekali," ujar General Manager (GM) Rolling Stock Division Nippon, Sharyo Mikio Tsuge, kepada para jurnalis Indonesia peserta MRT Jakarta Fellowship Program 2016 di Toyokawa.
VIVA.co.id berkesempatan bertemu dengan mereka. Salah satu lulusan SMK Indonesia yakni Agung Widiantoro (21 tahun).
Dia bertugas menyatukan bagian-bagian badan gerbong dengan cara las. Agung mengaku senang bekerja di Jepang. Berbeda dengan di Indonesia, pabrik di Jepang banyak memanfaatkan teknologi mutakhir untuk mempermudah proses produksi. Hasilnya, selain kapasitas produksi besar, tenaga pekerja tidak banyak dikuras.
"Kalau di sini, kerja kami ringan," ujar Agung.
Yusuf Nurcahyo (24) mengerjakan sistem perpipaan untuk mendukung mekanisme buka - tutup otomatis pintu gerbong. Menurut Yusuf, pabrik Nippon Sharyo beroperasi siang - malam. Pekerja dibagi menjadi dua shift kerja.
Yusuf senang bekerja di Nippon Sharyo. Selain diberi gaji dengan standar yang tinggi untuk Indonesia, ia turut berperan mengerjakan gerbong yang akan beroperasi di banyak jaringan kereta api di kota-kota di dunia.
"Saya mengerjakan pesanan dari Amerika, Taiwan, dan untuk Jepang sendiri," ujar Yusuf.
16 rangkaian gerbong yang dipesan PT MRT Jakarta saat ini masih dalam tahap pengerjaan. Sekretaris MRTJ, Tubagus Hikmatullah, menjelaskan, pengadaan termasuk dalam paket kontrak CP 108 yang dimenangkan Sumitomo Corporation. Ada enam gerbong dalam satu rangkaian, sehingga, jalur pertama MRT (Lebak Bulus - Bundaran HI), mula-mula akan dilayani 96 gerbong saat pertama kali beroperasi pada 2019.