Soal Dokumen Munir, Demokrat Protes Jokowi Libatkan SBY

Gambar mendiang aktivis HAM, Munir Said Thalib.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Anhar Rizki Affandi

VIVA.co.id – Juru Bicara DPP Partai Demokrat, Rachland Nashidik, menyayangkan sikap Presiden Joko Widodo yang meminta Jaksa Agung untuk memeriksa Susilo Bambang Yudhoyono terkait urusan dokumen Tim Pencari Fakta (TPF) Munir.

img_title Tak Hadiri Sidang Tahunan MPR, Doa SBY dari AS: Semoga Indonesia Semakin Maju dan Sejahtera Rakyatnya

Rachland menjelaskan, harusnya jika Jokowi yakin dokumen tersebut hilang, maka orang nomor satu itu bisa langsung menghubungi SBY.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Sebenarnya bisa mengontak dan bertanya sendiri kepada Presiden RI ke 6 dengan berbagi niat baik dan kepedulian terhadap penuntasan kasus Munir," ujar Rachland dalam keterangan pers yang diterima VIVA.co.id, Sabtu, 22 Oktober 2016.

img_title Cek Kesehatan di AS, SBY Tak Akan Hadiri Sidang Tahunan dan HUT ke-81 RI

Dia mengatakan, menyuruh Jaksa Agung datang menemui SBY sangat merugikan nama baik orang lain, karena Jaksa Agung adalah otoritas hukum pidana.

"Perlu diingat, justru SBY adalah Presiden yang membentuk TPF Munir dan berperan besar dalam mendukung aparat hukum mengejar, mengungkap dan membawa para tersangka ke pengadilan. Nama-nama yang direkomendasikan TPF untuk diperiksa, sudah sebagian besar diadili dan dipidana," kata dia.

img_title 5 Juli 2004: Pemilu Pertama di Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono Terpilih Menjadi Presiden

Rachland yang juga inisiator pembentukan TPF Munir menuding Jokowi sengaja mengangkat isu dokumen hilang untuk mengalihkan perhatian publik.

Sebelumnya, Jaksa Agung Muhammad Prasetyo akan mencari dokumen tim pencari fakta (TPF) perkara pembunuhan aktivis HAM Munir Said Thalib yang diduga hilang di era pemerintahan presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono.

"Terpaksa kami akan menghadap Pak SBY," ujar Prasetyo di Kantor Presiden beberapa waktu lalu.

Berdasarkan informasi yang dia terima, TPF saat itu telah menyerahkan dokumen asli ke SBY. Namun, penyerahan bukan ke Sekretariat Negara seperti yang selama ini dituduhkan pegiat HAM. "Pak SBY sendiri apa masih ingat atau tidak ya?" ujar dia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, Prasetyo mengakui bahwa hal itu adalah pilihan terakhir. Prasetyo akan mencari dokumen itu ke mantan anggota TPF terlebih dahulu.

"Timnya kan sudah bubar. Tapi kami akan coba hubungi satu per satu dulu. Itu kan tidak mudah. Saya berharap mereka masih menyimpan dan menyerahkannya kepada kami," ujar dia.

Presiden RI Prabowo Subianto di puncak peringatan HUT ke-25 Partai Demokrat

Cerita Prabowo Satu Angkatan Akmil Bareng SBY, Ikuti Jejak Bikin Partai Lalu Jadi Presiden

Prabowo Subianto menceritakan pengalamannya satu angkatan di akademi militer (akmil) dengan Presiden Ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) namun SBY lulus duluan

img_title
VIVA.co.id
10 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut