Sadis, Pria yang Disemen Dimutilasi 13 Bagian Saat Pingsan

Petugas kepolisian gali lantai tempat Sopyan dikubur dan disemen.
Sumber :
  • Anwar Sadat - VIVA.co.id

VIVA.co.id – Riko, pembunuh sadis Sopyan Lubis, mengaku memutilasi tubuh korban saat masih pingsan, usai dipukul kepalanya dengan menggunakan potongan besi.

img_title Pembunuh Wanita Tewas dalam Karung di Boven Digoel Ditangkap, Pelakunya Pacar Korban

Kepala Sub Direktorat Kejahatan dan Kekerasan Direskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Hendy F Kurniawan, mengatakan, pria berusia 43 tahun, dipukul di rumahnya di wilayah Pondok Gede, Bekasi, Jawa Barat. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lalu, menurut Hendy, saat korban dalam kondisi pingsan, pelaku mengaku membawa korban dengan taksi online ke rumah kontrakan pelaku di Kampung Kramat, Kelurahan Setu, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur.

img_title Bergaji Rp9 Juta Sehari, Dwi Bagus yang Bunuh Istri Siri dan Anak di Madiun Punya Keahlian Langka

Setiba di rumah kontrakan itu, kata Hendy, berdasarkan keterangan pelaku, pelaku dibantu temannya bernama Rudi, memotong-motong tubuh Sopyan. Saat itu, korban dalam kondisi pingsan.

"TKP eksekusi pemukulan di Pondok Gede masuknya Polres Bekasi Kota, dan pelaku mengaku korban masih pingsan. Selanjutnya TKP mutilasi dan penyemenan di Cipayung masuknya Polres Jakarta Timur, di mana kemungkinan korban masih dalam keadaan pingsan pada saat dimutilasi," kata Hendy, Selasa 1 November 2016.

img_title Awal Mula Keluarga Curiga Dwi Bagus Jadi Pembunuh Dini

Setelah memutilasi tubuh korban hingga 13 bagian, pelaku kemudian mengubur mayat korban di dalam lubang di dalam rumah kontrakan. Lalu pelaku mengecor lantai dengan semen dan pasir.

Menurut Hendy, kasus ini ditangani Polda Metro Jaya, karena lokasi pembunuhan dan ditemukannya mayat korban berada di dua wilayah hukum berbeda, yakni Polres Metro Jakarta Timur dan Polres Bekasi Kota.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Riko dan Rudi, diketahui telah membunuh Sopyan, setelah polisi mendapatkan laporan dari istri Riko sendiri.

Kepolisian menyebutkan, Riko dan Rudi menghabisi nyawa Sopyan karena kesal, Sopyan selalu memaksa meminta uang kepada keduanya.

Polisi menggiring tersangka pembunuhan ibu dan anak di Kota Madiun

Di Balik Pembunuhan Istri Siri dan Anak di Madiun, Ada Fakta Mengejutkan soal Istri Sah Dwi Bagus

Di tengah upaya Dwi Bagus Martono (40) menghilangkan jejak kejahatannya, tabir di balik pembunuhan sadis Dini Hardiyanti (30) dan anaknya, AGF (4), perlahan terungkap.

img_title
VIVA.co.id
31 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut