Polisi Tantang HMI Praperadilan Lima Kader Bentrok Demo 411

Aksi seorang pengunjuk rasa yang diduga anggota Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) bernama Ismail Ibrahim saat menyerang barikade polisi dalam demo 4 November 2016.
Sumber :
  • VIVA.co.id/twitter

VIVA.co.id – Kepolisian menantang pengurus besar Himpunan Mahasiswa Islam, untuk mengajukan praperadilan atas ditetapkannya lima kader sebagai tersangka bentrokan, usai unjuk rasa damai 411, atau 4 November 2016.

img_title Tak Terganggu Aksi Demo, Bos Bapanas Jamin Distribusi Pangan Lancar

"Silahkan, itu hak setiap orang. Dalam setiap penyidikan, apabila ada masyarakat yang terkait dengan penyidikan merasa ada yang tidak profesional, merasa ada yang menurut pandangan mereka polisi tidak profesional, silakan Anda ajukan," kata Wakil Kepala Polda Metro Jaya, Brigjen Pol Suntana, Jumat, 11 November 2016..

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Suntana, ketika menetapkan kader HMI sebagai tersangka, Kepolisian sudah mengumpulkan fakta-fakta beserta alat bukti yang cukup. "Polisi sudah berkeyakinan, mereka bisa ditetapkan sebagai tersangka. Kalau teman HMI merasa itu tidak sesuai, silakan saja dan itu memang jalurnya melalui praperadilan," katanya.

img_title Pemerintah Taksir Total Kerugian Akibat Demo di Berbagai Daerah hampir Rp 900 Miliar

Hal yang sama juga diucapkan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Awi Setiyono. Menurut Awi, mempersilakan siapa pun, termasuk HMI jika memang tidak puas dengan hasil penyelidikan polisi.

"Jadi, kalau mau dibilang polisi tidak punya bukti itu ada mekanisme praperdilan kita. Kan, ada praperadilan. Silakan saja. Proses Kepolisian profesional apa tidak silakan saja," katanya.

img_title Rupiah Makin Anjlok Imbas Demo Lanjutan, Pengamat Ingatkan Pemerintah Peristiwa 1998

Ia pun menyampaikan, penetapan tersangka seseorang sudah sesuai bukti yang ada, yaitu melalui keterangan saksi-saksi, saksi ahli, video, dan foto.

"Kalau Anda tanya saya, anggota kami sudah profesional melalui tahapan penyelidikan. Tadi, saya sampaikan pemeriksaan digital forensik oleh ahli itu sudah terlihat, satu satu. Alat buktinya tadi saksi-saksi, ahli-ahli, video, dan foto. Perannya sudah saya katakan semua melawan petugas saat melakukan pengamanan demo," ucapnya.

Sebelumnya, HMI menyatakan, akan mengajukan praperadilan atas penetapan lima anggotanya yang menjadi tersangka kericuhan demonstrasi damai 4 November.

Koordinator kuasa hukum HMI, Muhammad Syukur Mandar menilai, penetapan lima anggota HMI sebagai tersangka kerusuhan adalah keputusan yang salah dan tidak bisa diterima.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kami akan praperadilan lima kader HMI yang jadi tersangka," kata Syukur di Mapolda Metro Jaya, Kamis 10 November 2016

Menurut Syukur, alat bukti yang digunakan polisi untuk menetapkan lima anggota HMI sebagai tersangka meragukan. Ia menegaskan, dalam kericuhan demonstrasi 4 November, HMI hanya terprovokasi oleh pihak lain.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut