Pilkada DKI 2017

Ahok Kritik KJP Plus yang Dijanjikan Anies-Sandi

Calon Gubernur DKI petahana Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok bersama pendukungnya
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

VIVA.co.id – Calon Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, mengkritik konsep Kartu Jakarta Pintar (KJP) plus yang bisa ditarik tunai, yang dijanjikan pasangan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno.

img_title Pramono Pamer Capaian Kota Jakarta, Mulai dari Peningkatan Ekonomi hingga Pendidikan

"Saya tidak mengerti plus mereka apa. Kalau punya kami jelas sampai kuliah. Nilainya sudah Rp2,5 triliun sekarang. Saya enggak tahu plus itu apa," kata Ahok di Rumah Lembang, Jakarta, Jumat 25 November 2016.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ahok menilai, KJP yang bisa ditarik tunai merupakan sebuah kemunduran. Dia justru ingin agar transaksi di Jakarta dilakukan secara nontunai atau cashless.

img_title Panggil Disdik Jakarta, Pramono Minta Penyaluran KJP Diselesaikan Pekan Ini

"Kita juga berlakukan tidak boleh tarik tunai, karena penyalahgunaannya luar biasa," kata Ahok.

Sebelumnya, pasangan Anies Sandi, sering mengungkapkan keinginan untuk menggabungkan program bantuan pendidikan tersebut, namun untuk nama spesifiknya belum ditentukan. Menurut mereka, KJP Plus diperuntukkan bagi semua anak usia sekolah yakni yang berumur enam sampai 21 tahun.

img_title Pramono Anung Sebut KJP untuk 705.000 Siswa di Jakarta Cair Sebelum Lebaran

"Siswa dari keluarga tidak mampu akan mendapatkan manfaat tunai, serta manfaat lama dari KJP dan ini berlaku baik yang di dalam maupun luar sekolah," kata Sandi, baru-baru ini.

Pencairan dana KJP

661.209 Peserta Didik Terima KJP Tahap II Gelombang I

Penerima bantuan Kartu Jakarta Pintar (KJP) tahap II gelombang I pada September 2026 sebanyak 661.209 peserta didik dengan total anggaran sebesar Rp1.501.321.116.102

img_title
VIVA.co.id
4 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut