Ahok: Pasangan 1 dan 3 Kadang Bangun Opini Menyesatkan

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (kiri), disaksikan Wakil Gubernur Djarot Saiful Hidayat.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

VIVA.co.id – Calon Gubernur DKI Jakarta petahana Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengkritik tajam Sylviana Murni dalam gelaran debat kandidat putaran terakhir yang digelar di Hotel Bidakara Jakarta Selatan, Jumat, 10 Februari 2017.

img_title 20.890 Penyandang Disabilitas Jakarta Terima KPDJ, Pramono Siapkan Peluang Beasiswa hingga Luar Negeri

"Ibuk Sylvi ini kemana aja?" kata Ahok.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kritik Ahok ini bermula ketika Sylvi menyindir bahwa Pemda DKI Jakarta di bawah kepemimpinan Ahok tidak ramah disabilitas. Sylviana menyebut bahwa hingga kini tidak ada atau kalau pun ada jumlah orang disabilitas yang bekerja di Pemda DKI masih sangat sedikit.

img_title PKS Apresiasi Polri Buka Rekrutmen Disabilitas: Bukti Nyata Implementasi UU 8/2016

"Kita ingin yang konkritnya aja deh. Ada nggak disabilitas yang bekerja di Balai Kota. Di BUMD-BUMD? Sudah ada berapa? Saya ingin yang kongkrit aja," kata Sylviana.

Atas pernyataan itulah, kemudian Ahok menyebut bahwa apa yang disampaikan Sylviana tersebut tidak benar.

img_title Peringati HUT ke-65, Bank Jakarta Beri Bantuan Pemberdayaan Bagi Penyandang Disabilitas

"Saya kadang-kadang, mohon maaf, dengan para calon satu dan dua ini kadang suka membangun opini yang menyesatkan," kata Ahok.

Ahok pun mencontohkan upayanya untuk ramah terhadap para disabilitas di Jakarta. Menurutnya, sesuai ketentuan bahwa sudah ada 1 persen orang disabilitas yang bekerja di Pemda DKI Jakarta saat ini.

"Kita ada 1 persen di pemda DKI. Karena itu tahun depan kami targetkan jadi 2 persen kaum disabilitas. Ibu Sylvi in kemana saja," kata Ahok.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tak cuma itu, Ahok pun mengklaim seluruh upaya programnya telah berbasis para disabilitas dan ramah perempuan. Salah satunya adalah penyediaan bus transjakarta yang lebih aman untuk disabilitas dan perempuan hamil.

"Orang disabilitas bahkan kami pakai untuk menguji. Kami juga punya 5.074 CCTV untuk Jakarta," kata Ahok.

SAW sedang Menunjukkan Foto Anaknya Berkebutuhan Khusus yang Diduga Korban Bully Tetangga Berakhir Tewas di Surabaya

Kasus Perundungan Anak Disabilitas hingga Meninggal di Surabaya, KPAI Kawal Proses Hukum

KPAI mengawal proses hukum terhadap anak-anak yang diduga terlibat dalam kasus perundungan terhadap seorang anak penyandang disabilitas hingga meninggal dunia di Surabaya

img_title
VIVA.co.id
22 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut