Namanya Disebut di Sidang E-KTP, Ganjar Pranowo Minta Bukti

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo
Sumber :
  • Fajar GM/VIVA.co.id

VIVA.co.id – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta Jaksa Penuntut Umum membuktikan dakwaan yang menyebutkan dirinya menerima uang korupsi kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP). Menurutnya, sejumlah keterangan dalam persidangan itu harus dibuka sejelas-jelasnya agar publik mengetahui kebenaran ceritanya.

img_title Ketua KPK Ungkap Tersangka Paulus Tannos Kirim Surat Minta Bertemu Penyidik

"Ceritaku masih sama dengan yang kemarin. Belum berubah saya. Ada cerita enggak, saya menerima di ruang itu? Statement saya, saya tidak pernah menerima," kata Ganjar di Semarang, Kamis, 9 Maret 2017.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mantan anggota Komisi II DPR itu pun meminta Jaksa membuktikan cerita yang menyebutkan bahwa dirinya menerima langsung uang sebanyak US$520 ribu (Rp6,9 miliar). "Tidak (ada cerita) kan. Nah, kita tunggu kalau ada yang cerita begitu," ujarnya.

img_title Ketua KPK Ungkap Dokumen Affidavit Paulus Tannos Sudah Dikirim ke Singapura

Ganjar menjelaskan, ada beberapa spekulasi terkait kasus e-KTP yang ditujukan kepada dirinya, sehingga cerita detail terkait perkara dugaan suap itu bisa jelas.

"Spekulasinya Ganjar dapat jatah, tapi tidak mau menerima. Spekulasi lain, Ganjar mungkin sudah dijatah terus dipegang orang lain, enggak nyampai ke Ganjar. Itu saja spekulasinya, " beber dia.

img_title Singapura Masih Minta Dokumen Tambahan ke Indonesia buat Syarat Penuntutan Sidang Paulus Tannos

Meski begitu, ia enggan menyebut bahwa namanya dicatut dalam perkara itu. Tapi pihaknya mengaku senang jika kasus e-KTP dibuka sejelas-jelasnya dalam persidangan. Ganjar juga mengaku siap jika diminta menjelaskan tuduhan itu di persidangan nanti.

"Dicatut apa enggak, saya enggak tahu lah. Tapi kalau ada orang bercerita seperti itu, maka mungkin akan menjelaskan lebih baik. Kalau kita diminta jelaskan, kita akan jelaskan. Enggak ada yang ditutup-tutupi, " ucap Ganjar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia mengaku telah diperiksa sebagai saksi di KPK beberapa waktu lalu. Ia menyebutkan, dirinya tak terlibat kasus korupsi e-KTP sudah dibuktikan penyidik dengan mengklarifikasi Miryam S Yani, politikus Partai Hanura yang diduga sebagai perantara pemberi uang kepada pimpinan dan anggota Komisi II DPR RI.

"Saya dikonfrontir Bu Yani dan pada saat itu dia ditanya, apakah benar memberi uang pada pak Ganjar? Dijawab tidak. Diulang lagi pertanyaannya. ‘Mbok diingat lagi Pak Ganjar ini apakah menerima, jika Anda mungkin lupa’. Dijawabnya 'Tidak kok, Pak Ganjar tidak dikasih dan tidak terima',” ujarnya menjelaskan.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut