Dewan Pers: Gerilyapolitik Bukan Media Pers

Sandiaga Uno dan Anies Baswedan
Sumber :
  • REUTERS/Beawiharta

VIVA.co.id – Tim hukum Gubernur DKI Jakarta terpilih Anies Baswedan-Sandiaga Uno melaporkan sebuah portal bernama gerilyapolitik.com ke dewan pers karena menebar fitnah dan berita bohong.

img_title Dorong Pelindungan Hak Cipta Karya Jurnalistik, Dewan Pers Soroti Ketimpangan Ekonomi Media di Era AI

Menurut Juru Bicara Anies-Sandi, Nauval Firman Yusak, sebelum ke dewan pers, pihaknya telah melapor ke Kementerian Komunikasi dan Informasi, agar portal itu diblokir.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun pada saat hendak dilakukan pemblokiran, redaksi portal tersebut membalas email dan menyatakan dirinya sebagai media penyiaran.  

img_title Dewan Pers Nyatakan 5 Jurnalis Hilang Pahlawan Pers

"Karena itu kita melapor ke dewan pers. Kita perlu statement legal dari dewan pers bahwa gerilyapolitik.com bukan media pers. Baru setelah itu Kominfo mengatakan akan melakukan pemblokiran," kata Naufal di gedung dewan pers, Jakarta, Rabu 31 Mei 2017.

Di tempat yang sama, Ketua Dewan Pers, Yosep Adi Prasetyo mengatakan portal gerilyapolitik.com belum memenuhi syarat sebagai media pers. Sebab, dari segi konten, berita dalam portal itu merupakan berita sepihak, tidak berimbang, dan menghakimi sehingga tidak sesuai dengan Pasal 1 dan Pasal 3 Kode Etik Jurnalistik.

img_title Dewan Pers Akan Bertemu Konstituen Membahas Pelaksanaan Hari Pers Nasional

Sementara dari segi administratif, portal gerilyapolitik.com juga tidak berbadan hukum, dsn tidak mencantumkan nama penanggung jawab dan alamat sehingga terindikasi tidak sesuai Pasal 9 dan Pasal 12 jo Pasal 18 ayat 3 Undang-Undang no 40 tahun 1999 tentang Pers.

"Oleh karena itu, Dewan Pers berpendapat bahwa dalam menghadapi pemberitaan gerilyapolitik.com, tim Anies- Sandi dapat menempuh prosedur hukum di luar UU tentang pers," ujarnya.

Deklarasi Bersama ASEAN lahirkan kesepakatan untuk lindungi karya jurnalistik dari eksploitasi platform digital dan AI.

ASEAN Sepakati 4 Komitmen Pelindungan Karya Jurnalistik dari Eksploitasi Platform Digital dan AI

Deklarasi Bersama ASEAN sepakat melindungi karya jurnalistik dari eksploitasi platform digital dan AI, memperkuat hak cipta, serta mendorong negosiasi kolektif.

img_title
VIVA.co.id
11 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut