Sosok Preman Penguasa Parkiran GBK Versi Polisi

Dokumen VIVA: Petugas keamanan lihat preman memalak sopir bus di SUGBK
Sumber :
  • Anwar Sadat - VIVA.co.id

VIVA.co.id – Meski mengakui tidak mampu membasmi preman-preman yang menguasai lahan parkir di kawasan Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat telah melakukan penelusuran tentang sosok para pembuat resah masyarakat itu.

img_title Dikenal Preman Legendaris Tanah Abang, Kini Hercules Ungkap Alasan Tinggalkan Pusat Perdagangan Tekstil itu

Menurut Kepala Polres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Suyudi Ario Seto, berdasarkan penyelidikan, preman-preman di kawasan Senayan beraksi tanpa dibekingi oknum aparat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meskipun, selama ini para preman itu dengan sangat leluasa dan terang-terangan, berani memalak sopir dan pemilik kendaraan yang masuk dan parkir di kawasan tersebut.

img_title Hercules vs John Kei, Siapa yang Lebih Kaya?

"Iya sejauh ini belum kita lihat ada beking-beking begitu ya," kata Suyudi Ario Seto, Selasa, 26 September 2017.

Suyudi mengatakan, para preman itu beraksi melakukan pemalakan untuk kepentingan mereka masing-masing. Tanpa ada organisasi yang menarik setoran hasil pemalakan.

img_title Dulu Preman Paling Ditakuti, Hercules Punya Kebiasaan Mulia yang Jarang Diketahui, Gus Miftah Sampai Dibuat Takjub

"Selalu hanya untuk diri mereka masing-masing. Untuk dia sendiri. Mereka enggak punya organisasi. Mereka preman saja," ujarnya.

Sejauh ini, Suyudi mengakui tak mampu membasmi para preman itu, sebab ada beberapa kendala yang mengadang. Salah satunya karena pengelola SUGBK yang tak mau berkoordinasi dengan kepolisian.

Preman di SUGBK menguasai semua area lahan parkir. Korbannya adalah pemilik dan sopir mobil. Preman di kawasan itu beraksi secara terang-terangan, mereka memalak siapa pun pengendara yang masuk ke SUGBK.

Bahkan, jumlah uang yang diminta paksa para preman ke sopir dan pemilik mobil, lebih mahal dari harga tiket masuk resmi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Untuk kendaraan roda empat, tiket masuk resmi di loket dikenakan biaya Rp5 ribu. Namun, begitu masuk ke lahan parkir dan mencari parkir, pengemudi kendaraan roda empat dimintai biaya sebesar Rp10 ribu. Untuk bus, tarif resmi di loket parkir sebesar Rp40 ribu, namun ketika memasuki tempat parkir dimintai biaya Rp20 ribu.

Baca: Polisi Akui Tak Mampu Basmi Preman Penguasa Parkiran GBK

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo (tengah)

Kapolri Ultimatum Preman dan Pelaku Pungli di Kawasan Industri

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memberikan sinyal tegas kepada pelaku premanisme dan pungutan liar (pungli) yang masih beraksi di kawasan industri.

img_title
VIVA.co.id
11 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut