Jonru Ginting akan Ajukan Praperadilan

Jonru Ginting saat menjadi tahanan Polda Metro Jaya.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Reno Esnir

VIVA.co.id – Juju Purwantoro, kuasa hukum tersangka ujaran kebencian Jonru Ginting, mengatakan tim kuasa hukum akan mempertimbangkan untuk mengajukan praperadilan atas penetapan tersangka dan penahanan terhadap kliennya. "Kemungkinan praperadilan," kata Juju kepada VIVA.co.id, Senin, 3 Oktober 2017.

img_title Abu Janda Dilaporkan ke Bareskrim usai Diduga Sebut Sumbar Intoleran dan Barbar

Namun, Juju belum dapat memastikan kapan upaya hukum praperadilan akan dilakukan. Pihaknya masih menganalisa upaya hukum tersebut. "Ya belum nanti dalam minggu ini coba analisa buat pendapat hukum kami seperti apa, baru mengambil langkah-langkah hukum ke depan," ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mengenai poin-poin apa saja yang menjadi pertimbangan praperadilan, ia masih enggan berkomentar. "Itu rahasia dan strategi kuasa hukum. Kalau dikasih tahu nanti lawan gimana," ujarnya.

img_title Anggota DPR Apresiasi Menkomdigi Sikat Konten yang Dinilai Sebarkan Ujaran Kebencian

Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Raden Prabowo Argo Yuwono mempersilakan upaya hukum yang akan dilakukan Jonru. "Itu hak tersangka. Seandainya dinilai apa yang dilakukan polisi pada kasus yang menimpanya ada suatu kesalahan, silakan," kata Argo.

Argo menuturkan, sebagai tersangka Jonru juga dipersilakan mengajukan penangguhan penahanan. "Itu hak mereka. Silakan saja. Misalkan itu dirasa memang dia ingin mengajukan, hak diatur di undang-undang, tidak ada masalah. Nanti kami lihat. Penyidik nanti akan menilai apakah penangguhan itu bisa dikabulkan atau tidak," ujarnya.

img_title Resbob Divonis 2,5 Tahun Penjara dalam Kasus Penghinaan Suku Sunda

Sebelumnya, Jonru ditetapkan tersangka ujaran kebencian atas beberapa unggahan di akun media sosial Facebooknya. Jonru ditetapkan sebagai tersangka usai menjalani pemeriksaan pada Jumat, 29 September 2017.

Penyidik Subdit Cybercrima Ditreskrimsus Polda Metro Jaya melakukan penahanan pada Sabtu dini hari, 30 September 2017. (ase)

Ilustrasi hindarkan ujaran kebencian di media sosial

Demo 27 Agustus, Komdigi Minta Masyarakat Tak Sebar Ujaran Kebencian dan Provokasi di Media Sosial

Komdigi meminta masyarakat untuk bijak menggunakan media sosial agar situasi kondusif tetap terjaga di ruang digital saat aksi demonstrasi pada 27 Agustus.

img_title
VIVA.co.id
27 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut