Benarkah Poligami Tradisi Islam?

Arifin Ilham bersama ketiga istrinya.
Sumber :
  • instagram.com/yuni_syahla_aceh

VIVA.co.id – Sebuah video yang diunggah di akun Facebook Ustaz Arifin Ilham baru-baru ini membuat ramai dunia maya. Arifin yang selama ini diketahui memiliki dua istri, kembali mengejutkan dengan hadirnya sosok perempuan yang diduga istri ketiganya.

img_title Opie Kumis Blak-blakan Sudah 31 Kali Menikah, yang Langgeng Sampai Sekarang 4 Istri Akur Semua!

"Bersama 3 bidadari, putri Aceh, putri Yaman dan putri Sunda, janda 37 tahun dengan 2 anak saat Liqo Tarbiyyah," tulis Arifin Ilham dalam unggahan tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam video tersebut ia juga menuliskan, tentang 10 pilar keluarga sakinah, yang salah satu diantaranya ialah, "saling cinta benar-benar karena Allah sehingga memandang kekurangan pasangan pun adalah keistimewaannya, semakin lama pernikahan semakin sayang, manja dan mesra."

img_title Istri Tak Diberi Perawatan Layak saat Sakit, Ibu Mertua ke Pesulap Merah: Kenapa Mempertahankan Tapi Tidak Diurus?

Poligami sendiri belakangan memang marak, khususnya di media sosial Indonesia. Terlebih dengan beberapa waktu lalu sempat muncul aplikasi ayopoligami, yang sangat kental dengan nuansa agama islam. Meski demikian, Dosen Pascasarjana Perguruan Tinggi Ilmu Al Quran, Jakarta, Dr. Nur Rofiah Bil Uzm, menyebut bahwa poligami sendiri bukan tradisi islam. Poligami sudah ada jauh sebelum Islam hadir.

"(Sangat) jauh sebelumnya, Islam merespon poligami sebagai sesuatu yg perlu diatur bukan mengidealkannya, Sama seperti kasus perkawinan anak dan perbudakan masa itu. Diatur bukan berarti mengidealkannya," ujar Nur kepada VIVA.co.id, Jumat 6 Oktober 2017.

img_title Pengakuan Mengejutkan Keluarga Istri Pertama Soal Poligami Pesulap Merah yang Diklaim Harmonis: Dipaksa Pura-pura Akur

Lebih jauh, terkait dengan surah An Nisa ayat 3 yang selama ini menjadi dalil untuk melegitimasi tindakan poligami, menurut Nur ayat tersebut justru mengandung pesan monogami yang sangat kuat sebagai cara untuk menjaga keadilan dalam perkawinan yg menjadi pesan utama ayat ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kalau kalian khawatir tidak bisa adil diantara para istri itu (2, 3 atau 4 istri), maka satu istri saja atau budak yang kamu miliki itu (sebab)  ebih dekat untuk tidak berbuat aniaya." Ini ada di ayat yg sama sehingga saya mengatakan bahwa ayat ini secara umum adalah ayat tentang monogami yang bermaksud membatasi poligami. Sayangnya bagian ini dlm ayat tsb tidak populer,"kata Nur

Pada an-Nisa ayat 129 bahkan diingatkan kembali bahwa keadilan dalam poligami itu sangat sulit.  Pesan keadilan dlm perkawinan di mana lebih mungkin diwujudkan dalam monogami sebetulnya sangat kuat dalam al-Quran. Namun menjadi kabur karena tradisi patriarkhi yang sangat kuat.  

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut