Kasus Petinggi Allianz, Polisi Akan Kerja Sama Interpol

Allianz Indonesia Tower.
Sumber :
  • Repro Google Streetview

VIVA – Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Adi Deriyan mengatakan, petinggi PT Allianz Life Indonesia, Joachim Wessling diduga tidak berada di Indonesia. 

img_title Polda Metro Bongkar Pengiriman 54 Ton Galena di Jakut, Dokumen Kontainer Malah Tertulis Kemiri

Menurut Adi, pihaknya telah memerintahkan anak buahnya melakukan pengecekan data keberadaan Joachim di Direktorat Jenderal Imigrasi. Berdasarkan pengecekan itu, diduga yang bersangkutan tidak ada di Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Keberadaannya di luar negeri. Info dari teman penyidik bahwa tidak ada data imigrasi yang menunjukkan dia masuk ke Indonesia," ujarnya di Markas Polda Metro Jaya, Senin, 30 Oktober 2017.

img_title Kasus Roti Gluten Free Bake n Grind Memanas, Kini Ada 3 Laporan Polisi dan 16 Saksi Diperiksa

Namun, Adi mengaku belum tahu di negara mana pria yang menjabat sebagai presiden direktur itu kini berada. Dia pun tak menyebutkan sejak kapan Joachim meninggalkan Indonesia.

Berdasarkan informasi yang beredar di kalangan wartawan, Joachim disebut-sebut berada di Hong Kong. 

img_title Polisi Bongkar Gudang Sisik Trenggiling 320 Kg di Bekasi, Pengiriman Disamarkan sebagai Ikan Asin

Untuk membawa Joachim tak menutup kemungkinan polisi akan bekerja sama dengan Interpol. "Saya mau tunggu kepastian (info) dari anggota dulu. Tapi dia masih berada di wilayah Asia. Karena dia sudah pindah kerja, dia bukan di Allianz lagi, tapi di perusahaan asuransi yang lain," ujar Adi.

"Nanti tinggal kami tindak lanjuti dengan menggunakan  mekanisme seperti melalui Interpol dan lain-lain," dia menambahkan.

Joachim sudah dua kali mangkir dalam pemeriksaan sebagai tersangka dugaan perlindugan konsumen pada 12 dan 26 Oktober 2017 lalu.

Dalam kasus ini, kedua tersangka yakni Joachim Wessling dan dr. Yuliana Firmansyah diduga mempersulit nasabah yang ingin mengklaim asuransinya. Mereka menyertakan persyaratan yang tidak mungkin bisa dipenuhi nasabah saat akan mengklaim asuransinya.

Persyaratan yang diminta perusahaan asuransi, yakni rekam medis lengkap dari rumah sakit. Padahal, biasanya untuk mengklaim asuransi hanya dibutuhkan resume medis dari rumah sakit tempat nasabah dirawat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Adapun korban yang telah melaporkan hal itu ke polisi adalah Irfanius Al Gadri dan Indah Goena Nanda. Adapun laporan yang dibuat keduanya tertera dalam laporan polisi bernomor LP/1645/IV/2017/PMJ dan LP/1932/IV/2017/PMJ.

Polisi menjerat kedua tersangka dengan Pasal 8 ayat 1 huruf (F), Pasal 10 huruf (C), dan Pasal 18 juncto Pasal 62 ayat 1 juncto Pasal 63 huruf (F) UU RI Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. (mus)
 

Ilustrasi razia kendaraan bermotor

Resmi Digelar, Operasi Patuh Jaya 2026 Bakal Sasar Pengendara yang Suka Main HP di Jalan hingga Tak Pakai Helm

Operasi Patuh Jaya 2026 yang dilaksanakan Polda Metro Jaya menyasar beberapa pelanggaran yang kerap kali dilakukan, seperti main HP di jalan hingga tak pakai helm.

img_title
VIVA.co.id
26 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut