Nasib PNS DKI yang Telat Datang di Era Anies Baswedan

Puluhan PNS tak bisa ikut upacara Hari Sumpah Pemuda lantaran terlambat hadir.
Sumber :
  • VIVA.co.id/ Anwar Sadat

VIVA – Puluhan Pegawai Negeri Sipil Pemerintah Provinsi DKI Jakarta Senin pagi terlambat datang untuk mengikuti upacara Hari Peringatan Sumpah Pemuda ke-89 di lapangan IRTI Monumen Nasional, Jakarta Pusat. 
Karena itulah, puluhan PNS itu akhirnya dilarang masuk dan tidak bisa mengikuti upacara, yang dipimpin langsung oleh Gubernur Anies Baswedan.

img_title Arti Kata 'Josjis' yang Dipakai Anies Baswedan ke Ganjar Pranowo, Ternyata Ini Maknanya

Saat PNS DKI di bawah pimpinan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, dipastikan mereka tak cuma dilarang ikut upacara tapi juga mendapatkan sanksi. Bahkan, sampai pada sanksi pemotongan Tunjangan Kinerja Daerah alias TKD. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lalu bagaimana nasib PNS yang terlambat ini di era kepemimpinan Anies?

img_title Momen Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan Bertemu di Jogja: Josjis, Dab

Menanggapi PNS yang terlambat mengikuti upacara, Anies hanya menyatakan akan menindak tegas mereka. Tapi, tidak diketahui tindakan tegas apa yang bakal dijatuhkannya.

"Iya nanti itu (PNS yang telat) akan kami tindak tegas," kata Anies, Senin 30 Oktober 2017.

img_title Rumahnya Diselimuti Abu Vulkanik, Anies Baswedan Bagikan Tips Penting untuk Warga

Sementara itu Sekretaris Daerah DKI, Saefullah, mengaku telah berkoordinasi dengan Badan Kepegawaian Daerah agar dapat memberi perhatian pada kedisiplinan pegawai.

"Perhatian kerasnya ya kita sesuai aturan, kan bisa teguran lisan, kenapa kamu terlambat, saya catat ya. Kalau lebih keras lagi, di atas itu, dibuatin surat. Kita berikan teguran tertulis. Itu teguran paling rendah, teguran lisan dan teguran tertulis," ujar Saefullah 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu ketika disinggung mengenai pemotongan Tunjangan Kinerja Daerah (TKD), Saefullah belum dapat memastikannya. Ia masih mempertimbangkan hukuman apa yang akan diterapkan.

"Belum sampai begitu (pemotongan TKD). Tapi nanti kita formulasikan ya," ujar mantan Wali Kota Jakarta Pusat itu. (ren)

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.

Kejutan Survei! KDM Salip Anies di Bursa Capres, Elektabilitas Gibran Pepet AHY

Survei terbaru Parameter Politik Indonesia (PPI) mengungkap peta persaingan calon presiden (capres) yang super ketat jika Pilpres digelar hari ini. Prabowo masih kokoh

img_title
VIVA.co.id
19 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut