Kencani Wanita Pakai Dolar Palsu, Pria Mesir Diciduk Aparat

Gammal diamankan di Kantor Imigrasi Kota Depok, Jawa Barat.
Sumber :

VIVA – Seorang pemuda asal Kairo, Mesir, dicokok polisi di Depok karena memiliki setumpuk uang dolar Amerika palsu. Uniknya, kasus ini terungkap setelah wanita teman kencan pelaku mengadu ke polisi, karena dibayar pakai uang palsu tersebut

img_title Sindikat Pembuat Uang Palsu Rp 36 Miliar di Tangsel Berniat Edarkan ke Bank

"Jadi yang melapor ke kita teman kencannya. Dia kesal karena dikasih uang dolar palsu," kata Kapolsek Sukmajaya, Komisaris Bronet, kepada wartawan, Jumat 22 Desember 2017.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Bronet, berdasarkan pengakuan korban, kejadian itu bermula ketika korban yang diketahui bernisial F, bertemu dengan pelaku di salah satu pusat perbelanjaan di Jalan Margonda Depok. 

img_title Polisi Bongkar Pabrik Uang Palsu Senilai Rp 36 Miliar di Tangsel

Pelaku yang bernama M Gammal (25 tahun), kemudian mengajak korban kencan dengan iming-iming bakal diberikan imbalan berupa uang dolar. Namun, uang yang diberikan itu ternyata palsu. 

Saat diamankan dari tangan Gammal, ditemukan setumpuk uang dolar palsu dengan pecahan 100 US Dollar. Selain itu,  juga ditemukan setumpuk uang palsu bertuliskan Kamboja.

img_title Terungkap! Pedagang Buka Suara Usai Viral Nenek Belanja Pakai Uang Palsu: Kaya Asli

"Karena ini menyangkut warga asing maka kami serahkan ke Imigrasi Depok," kata Kompol Bronet.

Sementara itu, terkait kasus ini, Kepala Sub Seksi Pengawasan Kantor Imigrasi Depok, Dody Cindur Mato, mengatakan Gammal bakal dijerat berdasarkan Undang-undang No 6 Tahun  2011 tentang ke-Imigrasian pasal 75 ayat 1.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam UU ini disebutkan, petugas Imigrasi berhak melakukan tindakan administratif terhadap warga asing yang melakukan tindakan berbahaya atau patut diduga menyalahgunakan atau membahayakan keamanan dan ketertiban umum dan tidak menghormati Peraturan Perundang-undangan di Indonesia dengan ancaman deportasi.

"Rencananya hari Sabtu ini akan kita lakukan pendpertoasian dengan tujuan langsung ke Kairo. Sementara itu kita lakukan detensi (penahanan) dulu. Kemudian juga akan dikenakan pencekalan minimal enam bulan," kata Dody Cindur Mato. (ren)

Ilustrasi uang palsu.

Sahroni Desak Polisi Berantas Pabrik Uang Palsu: Sudah Pasti untuk Tujuan Mudhorot!

Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni tidak ingin akibat ulah segelintir pihak mengedarkan uang palsu, kepercayaan terhadap Rupiah menjadi terganggu.

img_title
VIVA.co.id
10 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut