Ratusan Pengacara akan Bela Ustaz Zulkifli Muhammad

ilustrasi bareskrim polri
Sumber :
  • VIVA.co.id/Ikhwan Yanuar

VIVA – Wakil Ketua ACTA, Novel Bamukmin mengemukakan, sekitar 100 orang pengacara  bakal menjadi penasihat hukum tersangka kasus ujaran kebencian, ustaz Zulkifli Muhammad Ali. 

img_title Abu Janda Dilaporkan ke Bareskrim usai Diduga Sebut Sumbar Intoleran dan Barbar

Novel mengungkapkan, advokat tersebut berasal dari beberapa organisasi Alumni 212. "Begitu luar biasa respons, banyak yang minta bergabung ya kami tampung semuanya. Lebih dari 100 hingga saat ini. Itu akan bertambah terus," katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

ACTA akan menurunkan 20 orang advokat, sementara GNPF-Ulama sekitar 30 orang, ditambah dari Bang Japar. Nantinya, para advokat ini akan melebur membentuk tim khusus kuasa hukum Zulkifli. "Insya Allah kami akan bentuk tim khusus, melebur semuanya dari berbagai macam elemen," ujar Novel. 

img_title Anggota DPR Apresiasi Menkomdigi Sikat Konten yang Dinilai Sebarkan Ujaran Kebencian

Saat ini, Novel mengungkapkan, Zulkifli belum memiliki kuasa hukum pribadi. Terbentuknya tim advokat ini, setelah Zulkifli meminta pendampingan hukum kepada Sekretaris Jenderal Tim Pembela Ulama dan Aktivis (TPUA), Achmad Michdan. 

Zulkifli dilaporkan oleh seseorang karena diduga telah melakukan ujaran kebencian yang berbau Sara dan memprovokasi. Ujaran kebencian tersebut diduga dilakukannya saat memberikan ceramah di salah satu masjid di Jakarta, dan sempat menjadi viral di media sosial.

img_title Resbob Divonis 2,5 Tahun Penjara dalam Kasus Penghinaan Suku Sunda

Dalam ceramahnya itu, Zulkifli mengatakan, pada 2018 nanti banyak kaum muslimin yang akan dibuang ke laut dan disembelih oleh kaum komunis, Cina, syiah dan liberal. Zulkifli dilaporkan dengan Laporan Polisi : LP/1240/XI/2017/Bareskrim, tanggal 21 November 2017 lalu.

Hari ini, Zulkifli dijadwalkan akan diperiksa penyidik di Bareskrim Polri, Jakarta.
 

Ilustrasi hindarkan ujaran kebencian di media sosial

Demo 27 Agustus, Komdigi Minta Masyarakat Tak Sebar Ujaran Kebencian dan Provokasi di Media Sosial

Komdigi meminta masyarakat untuk bijak menggunakan media sosial agar situasi kondusif tetap terjaga di ruang digital saat aksi demonstrasi pada 27 Agustus.

img_title
VIVA.co.id
27 Agustus 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut