Selain Mahasiswi Bercadar, UIN Yogya akan Pecat Dosen HTI

Ilustrasi perempuan bercadar.
Sumber :
  • Repro Instagram

VIVA – Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, Yogyakarta, telah menyatakan akan mengeluarkan mahasiswi yang tetap memilih memakai cadar saat menjalani proses belajar mengajar dan beraktivitas di dalam area kampus tersebut.

img_title Inara Rusli Bercadar Lagi

Namun, ternyata kebijakan itu tak hanya berlaku untuk mahasiswi saja, UIN Sunan Kalijaga, bakal memecat pengajar atau dosen bercadar dan dosen-dosen yang terindikasi ikut dalam organisasi terlarang, Hizbut Tahrir Indonesia alias HTI.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Rektor UIN Sunan Kalijaga, Yudian Wahyudi, hanya ada dua pilihan bagi dosen yang ikut HTI, yakni tetap boleh mengajar di UIN dan keluar dari HTI. Atau keluar dari UIN dan bergabung dengan HTI.

img_title Bahas Soal Istiqomah, Inara Rusli Balik Cadaran Lagi?

"HTI kan dilarang pemerintah maka kita harus ikuti larangan. Apalagi saat ini larangan tersebut belum dibatalkan lembaga peradilan," ujar Yudian, Senin, 5 Maret 2018.

Meski kedua kebijakan itu bakal mendapatkan reaksi tak positif dari lingkungan UIN dan masyarakat luas, Yudian memastikan tetap akan melaksanakan kebijakan itu. Bahkan dia berani mempertaruhkan jabatannya sebagai rektor, jika aturan itu salah secara Undang-undang.

img_title Cegah Kejahatan, Kazakhstan Larang Penggunaan Cadar di Tempat Umum

"Kalau masih nekat ya silakan keluar dari kampus. Toh kalau kebijakan itu salah, saya siap dipecat," kata Yudian.

Baca: Larang Mahasiswi Bercadar, Rektor UIN Yogya Siap Dipecat

Suasana di salah satu sudut di Kampus UIN Yogyakarta.

Terkait aturan pemecatan terhadap mahasiswi bercadar, Yudian mengatakan, aturan itu baru diberlakukan jika mahasiswi yang bercadar, tidak mau melepaskan cadarnya, setelah dilakukan pembinaan dan konseling dari tim UIN.

Yudian menuturkan, dari pendataan yang telah dilakukannya, diketahui terdapat lebih dari 40 mahasiswi UIN yang mengenakan cadar. UIN akan memberikan tujuh tahapan pembinaan kepada mahasiswi bercadar.

Sesuai Perjanjian

Kebijakan ini, kata Yudian, telah sesuai aturan surat resmi dengan nomor B-1031/Un.02/R/AK.00.3/02/2018. dan kesepakatan bersama para mahasiswi bercadar tersebut. Kesepakatan telah tertuang dalam salah satu persyaratan ketika mahasiswi itu pertama kali masuk dan berkuliah di UIN.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kan ada perjanjian antara kampus dengan mahasiswi baru yang masuk," kata Yudian.

Keberadaan mahasiswi bercadar di UIN dinilai telah memicu dampak negatif, seperti masuknya atribut organisasi terlarang, Hizbut Tahrir Indonesia alias HTI ke dalam kampus. Diketahui, organisasi ini telah resmi dibubarkan pemerintah.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut