Fadli Zon dan Sekjen PSI Debat Kusir soal Hoax MCA

Wakil Ketua DPR Fadli Zon.
Wakil Ketua DPR Fadli Zon.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Zahrul Darmawan

VIVA – Wakil Ketua DPR Fadli Zon dan Sekretaris Jenderal Partai Solidaritas Indonesia, Raja Juli Antoni terlibat debat kusir seputar kabar bohong atau hoax tentang kelompok penyebar fitnah Muslim Cyber Army dalam program Indonesia Lawyers Club tvOne pada Selasa malam, 6 Maret 2018.

Cekcok itu bermula dari pernyataan Antoni bahwa penyebab maraknya fenomena hoax di antaranya, karena sekarang tidak ada partai oposisi yang kuat dan ideologis atas pemerintah. Pernyataan Antoni ini mendapat protes Fadli Zon karena yang dibahas dalam ILC kali ini adalah soal hoax bukan pertai opisisi.

Beberapa kali Karni Ilyas sebagai moderator acara mengingatkan Antoni agar tetap pada tema ILC dan tidak menyerang pribadi Fadli Zon. Tetapi, perdebatan kemudian berkembang ke soal tantangan Antoni kepada Fadli Zon agar melaporkannya kepada polisi gara-gara dianggap ikut menyebarkan hoax.

Fadli melaporkan beberapa orang, termasuk Antoni kepada polisi hanya gara-gara me-retweet unggahan seputar Muslim Cyber Army (MCA). Antoni dituduh ikut menyebarkan hoax dari akun @maklambeturah.

Fadli mengakui, Antoni dan beberapa orang memang tak menyebut namanya. Tetapi, katanya, mereka ikut me-retweet unggahan akun pseudonim @maklambeturah yang menyebut bahwa Fadli Zon berfoto dengan seseorang administrator Grup United Muslim Cyber Army bernama Roy Janir.

Me-retweet informasi hoax yang disampaikan @maklambeturah, kata Fadli, sama dengan menyebarkan hoax; ikut menyebarkan fitnah. Padahal, orang dalam foto yang diunggah @maklambeturah itu bukan Roy Janir, melainkan Eko Hadi, bukan administrator Grup United Muslim Cyber Army dan bukan pula orang yang bermasalah dengan hukum.

Fadli berkali-kali meminta Antoni menjawab pertanyaannya: apakah me-retweet unggahan hoax sama dengan menyebarkan hoax atau bukan? Tetapi, Antoni berkali-kali pula tak menjawabnya. Dia malah mempersilakan Fadli melaporkan namanya kepada polisi.