Gay Bayar Waria Rp100 Ribu Ditangkap Warga di Aceh

Seorang pria dan seorang waria ditahan di kantor Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah Banda Aceh pada Selasa, 13 Maret 2018.
Sumber :
  • VIVA/Dani Randi

VIVA – Warga Emperom di Banda Aceh, menggerebek sebuah salon milik seorang pria yang di dalamnya terdapat waria. Warga mencurigai mereka, masing-masing berinisial N dan M, hendak berbuat mesum di sana.

img_title Polisi Usut Grup WA Masukkan Pelajar Secara Acak yang Bahas LGBT hingga Orientasi Seksual

Warga menyerahkan pria dan waria itu kepada polisi, lalu ditahan dan diperiksa di kantor Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah Banda Aceh.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kepada petugas, mereka mengaku tengah berduaan dalam kamar. M sebagai pria membayar N sebagai waria dengan harga Rp100 Ribu. Salon milik N, juga sering menyediakan kamar untuk berhubungan sesama jenis.

img_title Grup Chat 'Add People as Much as You Can' Diduga Libatkan Pelajar, Polisi Koordinasi dengan Sekolah

“Usaha salon milik N kerap digunakan untuk hal hal yang melanggar Syariat Islam. Dalam kasus ini, M membayar N Rp100 ribu. Jadi, yang laki-laki ini yang datang ke tempat waria itu,” kata Evendi, kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah Banda Aceh, saat dijumpai di kantornya pada Selasa 13 Maret 2018.

Keduanya tengah diperiksa di kantor Satpol PP dan WH setempat, untuk menggali data dari saksi-saksi saat melakukan penggerebekan. Mereka akan dijerat dengan hukum Jinayat pasal 26 ayat 1 tentang Perbuatan khalwat dengan ancaman 100 kali cambuk.

img_title Awal Mula Grup Chat LGBT Terbongkar, Tak Sengaja Invite Bapak Sendiri

“Ini masih dugaan, belum kita simpulkan. Masih dalam pemeriksaan,” kata Evendi.

Seorang di antara mereka mengakui, tengah berduaan dalam kamar. Namun, apakah mereka melakukan hubungan badan, ia menolak menjawab. “Iya, kami ditangkap dalam kamar,” kata M, saat ditanya VIVA.

Menteri PPPA, Arifah Fauzi

Soal Grup Chat LGBT Berisi Anak SD dan SMP, Menteri PPPA: Harus Ditangani Secara Tegas!

Dugaan adanya grup percakapan digital yang memuat pembahasan bernuansa seksual dan melibatkan anak mendapat perhatian serius dari Menteri PPPA, Arifah Fauzi.

img_title
VIVA.co.id
3 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut