JK: Pendiri Travel Umrah Murah Memang Ingin Tipu Masyarakat

Wakil Presiden Jusuf Kalla (tengah kanan)
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

VIVA – Wakil Presiden RI Jusuf Kalla merespons terkait masih adanya kasus penipuan travel umrah. Menurut dia, memang para pendiri travel umrah sejak awal sudah memiliki niat untuk menipu masyarakat.

JK Sebut Penundaan Pemilu Langgar Konstitusi

"Sejak awalnya tentu pendirinya itu memang ingin menipu. Karena tidak mungkin umrah dengan Rp13juta-Rp14 juta itu tidak mungkin. Tapi dibuat sedemikian rupa, mereka berusaha itu membuat harga murah," kata JK usai menghadiri acara peletakan batu pertama Masjid At-Thohir di Cimanggis, Depok, Sabtu 31 Maret 2018.

JK mengatakan, modus travel umrah penipu hampir sama semua. Dengan menawarkan harga umrah di bawah standar atau murah. Sistem dalam travel murah ini dengan menggunakan uang calon jamaah yang baru untuk ongkos memberangkatkan calon jamaah yang lebih dulu mendaftar.

Kata Jusuf Kalla Soal Kabar Cak Imin-Anies Masuk Bursa Pilpres 2024

"Kalau harga murah itu pasti akan mandek, mungkin yang awal berangkat, tapi setelah itu pasti akan mandek. Dia ingin berbisnis dengan jumlah besar, sehingga modal itu dipakai untuk menutup kekurangan. Ternyata defisit," ujarnya menambahkan.

JK yang juga Ketua Dewan Mesjid Indonesia itu mengimbau kepada masyarakat agar tidak mudah percaya dengan ajakan berangkat ke tanah suci dengan harga murah.

Saat Jusuf Kalla Cerita ke Gus Miftah Tentang Kisah Inspiratifnya

"Oleh karena itu harus hati-hati. Sebenarnya kan sudah ditetapkan, jangan lebih rendah dari 20 juta (ongkos biaya perjalanan umrah)," kata JK.

Setelah First Travel, kasus penipuan travel umrah kembali terjadi. Kali ini pelakunya adalah PT Amanah Bersama Ummat atau Abu Tours. Menurut Polda Sulawesi Selatan, setidaknya ada sekitar 87 ribu calon jemaah yang tersebar di 15 provinsi gagal diberangkatkan ke tanah suci. Padahal, para calon jemaah sudah menyetorkan uangnya. Kepolisian memprediksi, total uang yang digelapkan oleh PT Abu Tours mencapai Rp1,8 triliun. (mus)

Kuasa hukum sejumlah korban penipuan First Travel, Pitra Romadoni Nasution.

Datangi Kejari Depok, Korban First Travel Minta Aset Segera Dikembalikan

Kejari Depok melakukan inventarisasi seluruh barang bukti termasuk juga mencari pihak yang kini bertanggung jawab atas PT First Travel.

img_title
VIVA.co.id
8 Juni 2023