Kemenag Matangkan Persiapan Haji 2018
- Eko Priliawito
"Juga soal data nama, dan alamat. Proses verifikasi jalan. Sudah dilakukan scan lembar setoran awal," kata Nasurllah kepada VIVA.
Setelah pelunasan selesai, maka tim dokumen dan perlengkapan haji reguler akan menentukan gruping dan ploting kloter. Setelah itu baru proses pencetakan visa jemaah haji.
"Kalau sistem dah dibuka di Arab Saudi melalui e-hajj, kita minta segera diproses visanya. Kalau sudah disetujui dengan Kementerian Luar Negeri Arab Saudi, akan muncul di kedutaan," kata Nasrullah.
Â
Selain itu, soal kelengkapan jemaah, seperti gelang untuk jemaah sudah mulai dilelang dan telah masuk pengajuannya mulai hari ini. Juga soal souvenir, batik, kain ihram dan mekena. Semua sudah sudah dikondisikan oleh Bank Penerima Setoran (BPS).
"Sudah siap di BPS sejak Oktober tahun lalu. Semua sesuai kriteria dan masukan dari berbagai kalangan. Saya juga sudah cek yang di Riau," katanya.
Tahun ini kata Nasrullah, meski secara umum sama, tapi ada penambahan QR Code pada gelang jemaah. QR Code pada gelang jemaah dimaksudkan agar mempermudah petugas dalam mengidentifikasi jemaah haji.
"CR Code memuat banyak informasi, kalau manual terbatas. Terutama informasi untuk keluarga jemaah. isinya data jemaah, nama kloter dan tempat tinggal jemaah," katanya.
Nasrullah menambahkan, saat ini timnya sedang menyelesaikan pembuatan video alur penyelesaikan dokumen jemaah haji yang dikerjakan humas. Mulai dari kabupaten, kota, kanwil provinsi, PHU, kedutaan sampai kembali lagi.
"Sementara kebijakan baru adalah soal paspor jemaah cadangan. Yang dulu ada di kanwil, sekarang PHU, kalau ada yang batal langsung disesuaikan oleh PHU. Dengan mengacau angka batal sekitar 2.000 jemaah dari 34 provinsi," katanya.
Menurut Nasrullah, ini agar serapan kuota bagus dan diharapkan tidak ada sisa kuota jemaah. Karena akan terkesan ironi karena antrean jemaah panjang, tapi ada kuota yang tersisa.