Antipemimpin Dua Periode, Sudirman Said Ungkap Alasan

Sudirman Said, calon gubernur Jawa Tengah, saat dialog dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia Jawa Tengah di Semarang pada Selasa, 10 April 2018.
Sumber :
  • VIVA/Dwi Royanto

VIVA – Calon Gubernur Jawa Tengah, Sudirman Said berkomitmen akan menjabat cukup satu periode kepemimpinan, jika dia terpilih menjadi gubernur provinsi itu.

img_title Sudirman Said: Jangan Bersandar pada Godfather, Bersandarlah pada God

Pria yang berpasangan dengan Ida Fauziyah tersebut berpendapat bahwa pemimpin pada periode kedua rawan terjebak dalam korupsi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Jadi, kalau saya insya Allah jadi gubernur (Jawa Tengah), saya cukup satu periode saja," kata Sudirman di hadapan petinggi Nahdhatul Ulama (NU) Jawa Tengah di Semarang, Jateng, Senin 16 April 2018. 

img_title Sudirman Said soal Isu Penistaan Agama ke JK: Yang Bela Beliau Banyak

Ia menjelaskan, kerawanan terjebak korupsi akan sangat mungkin terjadi bagi pemimpin pada periode kedua. Hal itu bercermin dari total 98 kepala daerah yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terkait kasus korupsi belakangan ini.

Menurut Mantan Menteri ESDM itu, kepala daerah yang akan maju untuk periode kedua biasanya akan berusaha mengumpulkan dana kampanye sebanyak-banyaknya, guna memenangkan kontestasi. Dengan begitu, akan mudah terjerumus dengan godaan memanfaatkan posisinya untuk mendapat dana kampanye.

img_title Sudirman Said: Kita Harus Perkuat Kepemimpinan Intrinsik

Selain korupsi, menurut Sudirman, kerawanan pemimpin periode kedua adalah penyakit popularitas. Dengan alasan terus mengejar popularitas, pemimpin periode kedua biasanya sibuk di media sosial, namun justru lupa tugas utamanya. 

"Padahal, persoalan tidak bisa diselesaikan hanya dengan foto-foto, selfie, kemudian mengunggahnya di media sosial. Menyelesaikan persoalan butuh ketekunan, kerja keras, dan kebersihan pemimpin," ujar pria kelahiran Brebes itu.

Ketiga, lanjut Sudirman, pemimpin periode kedua bisa terjebak penyalahgunaan kekuasaan. Menurutnya, kekuatan besar yang dimiliki kepala daerah dua periode adalah memiliki akses informasi yang tidak diketahui umum, yakni melalui informasi intelijen. Selain itu, punya akses ke penegak hukum dan aparat keamanan. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Itu semua bisa dijadikan sarana untuk menjatuhkan lawan politik, " ujarnya.

Sudirman mengatakan, dia berkomitmen, jika dipercaya memimpin provinsi dengan total 35 kabupaten kota itu, hanya akan menjabat selama satu periode. Setelah itu, tonggak kepemimpinan akan dilanjutkan oleh orang lain.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) periode 2014-2016, Sudirman Said

Kasus Korupsi Petral Memanas, Sudirman Said Jalani Pemeriksaan Ketiga di Kejagung

Mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said kembali memenuhi panggilan penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk dimintai keterangan sebagai saksi.

img_title
VIVA.co.id
17 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut