Begini Cara Kerja Bisnis Ilegal Judi Online

Ilustrasi peralatan judi online.
Sumber :
  • Ali Azumar

VIVA – Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kepulauan Riau mengungkap kasus judi online dengan omzet mencapai miliaran rupiah. Dari pengungkapan ini, polisi mengamankan empat orang tersangka yakni Indah, Putri Mella, Eva Susanti dan Santi.

img_title Tak Hanya Beberkan Program 100 Hari Pertama Jadi Kapolri, Suyudi Bocorkan Deretan Kriminal yang Bakal Diberantas

"Penangkapan dilakukan pada Sabtu 5 Mei 2018. Keempatnya ditangkap di tempat berbeda," kata Wakil Direktur Kriminal Umum Polda Kepri, AKBP Arie Dharmanto ketika dikonfirmasi, Minggu, 6 Mei 2018.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Untuk modus operandi, para tersangka yang berperan sebagai sales yaitu Indah, Mella dan Ayu mencari member atau pemain dengan cara menelepon untuk mengajak bergabung di situs iMobet.

img_title Kedok Timezone Dipakai untuk Judi Terbongkar! Omzetnya Tembus Rp2,1 M Sebulan, 69 Orang Jadi Tersangka

"Setelah pemain registrasi diteruskan kepada tersangka yang berperan sebagai admin bernama Eva untuk didata dan dikirimkan kepada trainer yang pengakuan tersangka server berada di Manila, Filipina untuk di terima sebagai anggota dan akan diberikan IP Address," ujarnya.

Setelah mendapat IP Addres, maka pemain bisa mendeposit dana untuk dapat melakukan taruhan di situs tersebut. Jika menang, maka uangnya langsung ditransfer ke rekening pemain oleh trainer. Demikian juga gaji admin dan sales dikirim melalui via transfer.

img_title Polda Metro Gerebek Tempat Judi Berkedok Arena Game Anak di Jakbar-Jakut

Tersangka judi online yang diamankan.

Tersangka judi online

Usai mendapatkan laporan dari masyarakat, Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Kepri melakukan penyelidikan selama sebulan. Hingga akhirnya pada Sabtu pekan lalu penyidik mengamankan tersangka Indah di kamar kos-kosannya.

"Selanjutnya dilakukan pengembangan dan tiga tersangka lainnya diamankan," katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dari pengakuan tersangka, dalam sehari bisa mengumpulkan uang taruhan sebesar Rp100-150 juta atau dalam sebulan bisa mencapai miliaran rupiah.

Dalam penangkapan ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti beberapa unit handphone, beberapa kartu anjungan tunai mandiri (ATM), laptop dan beberapa buku tabungan. Atas perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 303 KUHP dengan ancaman hukuman pidana maksimal 10 tahun penjara. (ase)

Ilustrasi: Timnas Turki

Skandal Judi Guncang Sepakbola Turki, 448 Pejabat Klub Disanksi

Federasi Sepak Bola Turki (TFF) menjatuhkan skors sementara kepada 448 pejabat klub, baik yang masih aktif maupun mantan pejabat, dalam penyelidikan besar-besaran terkait

img_title
VIVA.co.id
2 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut