Densus Intensif Tangkap Terduga Teroris Sumut, Polda Bungkam

Personel Brimob dan Densus 88.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Didik Suhartono

VIVA – Densus 88 Antiteror sibuk menangkap terduga teroris di sejumlah tempat di Sumatera Utara. Namun Polda Sumut masih bungkam terkait jumlah penangkapan para terduga teroris itu.

img_title Wamendikdasmen Kutuk Teror Bom di SDN Srengseng Sawah 15, Minta MPLS Dihentikan Sementara

Operasi penangkapan terduga teroris tersebut dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Sumut, AKBP Tatan Dirsan Atmaja. Sayangnya, juru bicara Polda Sumut enggan membeberkan data penangkapan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Untuk jumlahnya kita belum bisa pastikan memang ada yang dilakukan tindakan tegas. Namun data resminya kita tidak ada,” ungkap Tatan kepada wartawan di Medan, Sumatera Utara, Rabu 16 Mei 2018.

img_title Fakta-fakta Ancaman Bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi Jagakarsa

Pada hari yang sama, saat sejumlah wartawan meminta keterangan atas penangkapan yang dilakukan Densus 88 kepada Kapolda Sumut, Irjen Pol Paulus Waterpauw saat meninjau harga pangan di pasar tradisional, dia juga memilih tutup mulut.

“Yang lain, tidak usah ya,” ucap Paulus kepada wartawan. 

img_title Guru Ungkap Detik-detik Teror Bom Bikin Siswa SDN Srengseng Sawah 15 Jagakarsa Panik: Diminta Tetap di Lapangan

Berdasarkan informasi diperoleh VIVA, Densus melakukan penangkapan di Kota Tanjungbalai, Medan dan Kabupaten Deli Serdang. Dua di antaranya dikabarkan ditembak mati. Kemudian ada 5 orang diamankan yang salah satunya seorang wanita.

Untuk di Medan dan Deli Serdang juga diinformasikan terjadi sejumlah penangkapan. Di Simpang Jalan Sikambing, Petisah, Medan, tim Densus 88 mengamankan seorang pengemudi ojek online MYT (28) yang merupakan warga Jalan Pukat I Gang Sekolah, Medan. 

Selanjutnya juga dilaporkan ada penangkapan terhadap SL (38) yang merupakan pedagang susu kedelai keliling. Dia diamankan saat mengendarai sepeda motor saat keluar dari  Masjid Ulayat lahan Garapan Desa Sampali, Percut Sei Tuan. Rumahnya di Jalan Semenanjung II Lahan Garapan Pasar IV Desa Sampali juga digeledah.

Kemudian penggeledahan berlanjut ke rumah MYR. Penangkapan sekaligus penggeledahan ini diakui ZR (53) yaitu ayah dari MYR. “Mereka ucapkan salam, minta izin untuk memeriksa rumah. Mereka datang bersama anak saya,” kata ZR.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun ZR tidak percaya putranya terlibat dalam jaringan teroris. Dia menjelaskan putranya  merupakan anak yang baik yang bekerja sebagai driver ojek online.  

Sementara ibu MYR, Zah, mengatakan putranya itu memang mengikuti salah satu pengajian  sekitar 15 hari terakhir. Namun dia mengaku tidak tahu lokasi pengajiannya. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut